Sisi Lain Metropolitan

Viral Jualan Lukisan Dengan Bayaran Seikhlasnya, Badrus Ungkap Alasannya Bawa Anak Saat Berjualan

Viral di media sosial (medsos), Muhammad Badrus (53) membawa anaknya saat berjualan.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Badrus (kiri) dan Huda (kanan), penjual lukisan dengan bayaran seikhlasnya yang viral di sekitaran Taman Galaxy Raya, Bekasi Selatan, Jumat (17/7/2020) malam 

Kendati begitu, di awal penjualannya, Badrus sempat mengaku tak ada yang membeli.

Terhitung hingga hari ke-6, lukisan hasil karyanya tak laku sama sekali, bahkan tak di lirik sama sekali.

"Jadi gini, pertama putuskan jualan lukisan itu saya pakai tulisan 'Dijual Lukisan Harga Selera Pembeli'. Tapi nyatanya enggak ada yang beli sama sekali. Saya mikir ini kenapa, akhirnya di hari ke-7 saya ganti tulisannya jadi 'Bayar Seikhlasnya',"

"Alhamdulillah hari itu datang pembeli satu, lukisan sayaa dibayar Rp 80 ribu. Kemudian semakin ramai yang datang dan akhirnya ada yang minta izin buat di posting di medsos katanya," ungkapnya.

Itulah segelintir alasan dasar Badrus menjual lukisan ini dengan bayaran seikhlasnya.

Sempat berjaya

Ibarat roda, kehidupan pun demikian.

Meski saat ini terkendala masalah ekonomi, rupanya Badrus sempat berjaya beberapa tahun lalu.

Bapak tujuah anak asal Salatiga ini menuturkan sempat merantau ke Yogyakarta.

Selama di Yogya dirinya menjual handy craft atau kerajinan tangan berupa miniatur kapal dalam botol.

"Memang dari dulu cita-cita jadi pengusaha. Jadi pas ke Yogya itu jadi pengerajin dan lumayan omsetnya," jelasnya.

Perubahan NF Remaja 15 Tahun yang Menjadi Korban Perkosaan hingga Pelaku Pembunuhan

Perjalanan Kasus Editor Metro TV Tewas, Rekan Sekantor Diduga Terlibat & Barang Bukti Baru Ditemukan

Polisi Temukan Barang Bukti Baru di TKP Penemuan Jenazah Yodi Prabowo

Namun, akibat daya beli yang menurun, ia pindah ke Jakarta dan menjajal berjualan hasil karya di Ibu Kota.

Alhasil, hasil karyanya diterima baik dan daya belinya jauh lebih baik ketimbang di Yogya.

Tak sampai di situ, ia pun mendirikan paguyuban pengrajin Yogya dan mulai menyasar ke pasar yang lebih elite, yakni dengan pameran di mal.

"Lalu jualan kerajinan itu sampai ke mal se-Jabodetabek. Sebab, daya beli di sini jauh lebih baik," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved