Tempat-Tempat Wisata di Cirebon yang Tidak Boleh Terlewatkan

Pelesiran ke Cirebon, rasanya tidak lengkap jika Kamu tidak mengunjungi Keraton Kanoman

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
Istimewa
Goa Sunyaragi merupakan bangunan dari bebatuan yang bentuknya menyerupai candi. Lokasi ini menjadi destinasi wisata favorit yang banyak dikunjungi traveller 

Menurut Ira Latief, pasar ini sangat direkomendasikan untuk para pelancong berbelanja oleh-oleh khas Cirebon.

Selain banyak pilihan, di sini harganya juga cukup terjangkau. Bahkan, bisa ditawar lho.

3. Keraton Kasepuhan

Selain Keraton Kanoman, ada keraton lain yang nggak boleh dilewatkan saat kamu wisata ke Cirebon.

Diantaranya adalah Keraton Kasepuhan. Menurut Ira Latief, keraton ini terletak di kota lamanya Cirebon. Dilokasi tersebut lah Cirebon bermula.

Di bangunan ini, Kamu juga akan melihat akulturasi dari berbagai budaya. Di dalam Keraton Kasepuhan juga terdapat museum yang menyimpan benda-benda pusaka peninggalan kejayaan Cirebon masa lampau.

Salah satunya seperti kereta kencana singa barong.

Kereta kencana ini, merupakan kereta yang sangat indah. Menurut Ira Latief, dahulu kereta kencana ini digunakan oleh para raja-raja di Cirebon.

4. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Cirebon, menjadi kota yang sangat kental dengan berbagai peninggalan bersejarah masa kerajaan islam di Jawa.

Jika kamu berkunjung ke sini, jangan lupa untuk datang ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Selain untuk beribadah, kamu juga bisa sekaligus melihat sisa-sisa sejarah dari bangunan masjid ini.

Ikut Olah TKP, Warga Sebut Sikap Pacar Yodi Prabowo Acuh: Tidak Terlalu Memperhatikan

Wali Kota Bekasi Tantang Kepala Disparbud Jabar Soal Larangan Tempat Pijat Beroperasi

2 Anggota Brimob Dianiaya Anggota DPRD Sumut di Tempat Hiburan: 17 Orang Diamankan, Ini Penyebabnya

Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Konon, masjid ini dibangun atas perintah langsung Sunan Gunung Jati yang sempat memimpin kesultanan di Cirebon.

Uniknya, untuk masuk ke bagian dalam masjid ini kita harus menunduk lantaran pintunya lebih rendah daripada ukuran pintu pada umumnya.

Menurut Ira, pintu ini dibangun atas filosofi bahwa manusia harus merendah, dan tunduk ketika masuk ke rumah Allah.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved