Seorang Anak Tewas Ditabrak Mobil yang Dikendarai Ibunya, Diduga Lupa Mengecek Rem Tangan

Mulanya, kedua orangtua korban, IGS dan NNS sedang memperbaiki atap mobil pikap sekitar pukul 14.00 Wita.

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Istimewa
Nasib nahas dialami NPGJ, bocah asal Banjar Dinas Badeg Kelodan, Desa Sebudi, Selat Karangasem, Bali. Anak berusia itu tahun ini tewas tertabrak mobil pikap yang dikendarai orangtuanya, Senin (20/7/2020) siang di pekarangan rumahnya 

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan Cece tega membunuh Abdullah karena kesal dengan sikap istri sirinya, SAP (19).

"Alasannya karena istrinya sering tidak pulang. Selain itu ada masalah ekonomi sehingga tersangka melampiaskan kekesalan ke anaknya," kata Arie di Mapolrestro Jakarta Timur, Senin (20/7/2020).

Penganiayaan yang dilakukan Cece pun bukan satu kali saja, sebelum Abdullah tewas pada Senin (6/7/2020) dia sudah kerap disiksa secara keji.

Dari pukulan tangan, sundutan rokok, dipukul menggunakan pipa besi, hingga paling parah kepala dibenturkan ke tembok dialami Abdullah.

Luka di kepala itulah sebab Abdullah yang jasadnya ditemukan warga di aliran Kali Cipto, Kecamatan Cakung pada Selasa (7/7/2020) tewas.

"Pelaku sempat melarikan diri ke Bogor. Tapi setelah penyelidikan kita berhasil mengamankan pelaku, dia mengaku sudah membunuh dan membuang anak tirinya," ujarnya.

Arie menuturkan Abdullah dijerat pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto 338 KUHP tentang Pembunuhan.

Dia dipastikan menghabiskan masa mudanya di penjara karena ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, terlebih bila hakim menambah hukuman.

Pasalnya hukuman bagi pelaku kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang terdekat, dalam hal ini orangtua ditambah sepertiga.

"Barang bukti yang kita amankan pipa yang digunakan pelaku untuk memukul korban dan baju yang dikenakan korban saat kejadian (dibunuh)," tuturnya.

Sang ibu stres

SAP (19) tak hanya dirundung sedih setelah buah hatinya, Muhammad Abdullah (2) tewas dianiaya suami sirinya, Cece Suhandi (32).

Kanit Resmob Polrestro Jakarta Timur AKP Tom Sirait mengatakan SAP yang bekerja jadi pelayan kafe itu kini stres meratapi kepergian anaknya.

"Ibu korban masih stres karena sedih anaknya meninggal. Stres karena sempat diancam mau dibunuh juga sama pelaku," kata Tom di Mapolrestro Jakarta Timur, Senin (20/7/2020).

Ancaman pembunuhan terhadap SAP dilontarkan Cece pada Senin (6/7/2020), selepas Abdullah tewas akibat luka hantaman benda tumpul di kepala.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved