Antisipasi Virus Corona di Tangsel
Selama PSBB di Tangsel, 35 Panggilan Manggung Grup Dangdut SK Batal, Nilainya Lebih Rp 1 Miliar
Emon, MC dangdut grup SK itu mengeluhkan banyaknya jumlah panggilan manggung yang dibatalkan karena kebijakan PSBB.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
"Mungkin di Tangsel ratusan grup, puluhan ribu orang. Rata-rata ngeluh, tukang tenda, tukang rias, bahkan ada yang Bulan Juni sudah di-DP-in, batal, Bulan Juli DP batal," ujarnya.
Kini, Emon tengah memperjuangkan aspirasi para pekerja seni, dengan meminta pengertian Pemkot Tangsel untuk mengizinkan kegiatan hajatan dan hiburan.
Menurut Emon, bantuan sosial saja tidak cukup menyelesaikan permasalahan kebutuhan hidup.
Keperluan sekolah anak, tanggungan biaya kontrakan rumah, hingga kebutuhan lain yang tidak bisa ditunda, terus membayangi.
Emon dan para pekerja seni hanya ingin bisa kembali manggung, memegang mikrofon dan menghibur masyarakat.
Melakui Forum Pekerja Seni Tangsel, Emon dan kawan-kawan sudah menyampaikan aspirasinya ke Komisi II DPRD Tangsel.
"Kemarin kita sudah ngasih surat pengantar diterima Komisi II DPRD Tangsel. Surat sudah diterima tinggal nunggu panggilan. InsyaAllah sih minggu-minggu ini," ujarnya.
Selain melalui jalur formal, Emon juga mengutarkan keluhannya melalui sebuah video yang akhirnya viral di media sosial.
Dalam video itu, Emon memeluk nisan bertuliskan "Pekerja Seni Tangsel Berduka" dan berharap didengar masyarakat.
"Saya mewakili pekerja seni Kota Tangerang Selatan, turut berduka cita, setelah empat bulan kami menunggu izin, rindu akan hiburan di Kota Tangerang Selatan. Mohon kepada pimpinam kami, pekerja seni, untuk aktif kembali, terima kasih," ujar Emon dalam video.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/emon-mc-dangdut.jpg)