Hindari Konsumsi Jeroan Berlebih, Ini Risiko yang Bisa Ditimbulkan
Meskipun enak dimakan, namun perlu diingat bahwa mengkonsumsi jeroan dengan porsi yang berlebihan ternyata tidak baik bagi kesehatan
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Di Indonesia selain daging, jeroan juga menjadi salah satu bahan makanan yang bisa diolah menjadi menu makanan lezat.
Seperti babat, usus, hati, lidah, hingga paru.
Meskipun enak dimakan, namun perlu diingat bahwa mengkonsumsi jeroan dengan porsi yang berlebihan ternyata tidak baik bagi kesehatan lho.
Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Eka Hospital Cibubur, Imelda Goretti dalam webinar Eka Hospital.
"Kalau dikonsumsi terus, makanan tinggi kolestrol akan pengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Gak bisa dipungkiri, 30 persen kolestrol darah kita, itu adalah efek dari apa yang kita makan, 30an persen," kata dr Imelda, Selasa (28/7/2020).
Jeroan, atau organ dalam tubuh pada hewan memiliki kadar kolestrol yang sangat tinggi.
• Warteg Warmo, Kuliner Rumahan di Tebet yang Legendaris Sejak 1969, Langganan Artis Hingga Pejabat
Sehingga apabila dikonsumsi berlebih bisa meningkatkan kolesterol dalam darah.
Hal ini lah yang kemudian memicu timbulnya banyak penyakit khususnya kardiovaskular.
Seperti penyakit jantung, atau juga stroke.
"Kita tahu kadar kolestrol tinggi terus menerus dalam jangka waktu lama itu faktor resiko terjadi penyakit Kardio Vaskular. Jdi memang tidak disarankan dikonsumsi terlalu sering," imbuhnya.
"Jadi memang resiko penyakit seperti stroke dan jantung umumnya sering terjadi saat ini," tambah dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-jeroan-sapi_20180823_142259.jpg)