Ojol Wanita Lawan Dua Begal

Keberanian Driver Ojol Wanita Lawan Begal di Bekasi, Seketika Gemetar Berhasil Merampas Celurit

"Enggak (belajar bela diri), mungkin karena saya tomboy kali ya saya juga enggak ngerti, itu sebenernya spontan aja si," terang Dwi Wulan Meiylani.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Muji Lestari
ISTIMEWA VIA KOMPAS/TRIBUNJAKARTA YUSUF BACHTIAR
Viral Drivel Ojol Wanita Lawan Begal Bermotor di Bekasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Baru-baru ini seorang wanita pengemudi ojek online alias driver ojol mendadak viral karena aksinya yang berani melawan begal di Bekasi.

Kejadian tersebut menjadi viral setelah video yang menampilkan driver ojol duel dengan begal membawa celurit beredar di media sosial.

Dalam video yang diunggah di sejumlah akun Instagram, tampak awalnya dua begal yang berboncengan sepeda motor hendak merampas tas milik korban yang sedang mengendarai motor.

Tampak korban bergulat dengan salah satu pelaku untuk merebut tasnya kembali.

Bahkan, ia berhasil merebut celurit yang digunakan pelaku untuk menakut-nakutinya.

Setelah gagal, begal itu langsung kabur menggunakan motor. Tak lama, datang warga yang kemudian membantu korban.

Peristiwa ini terjadi di Perumahan Pondok Ungu Permai, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Minggu (26/7) dini hari.

Ditemui TribunJakarta.com, Dwi Wulan Meiylani (32) menuturkan pengalamannya yang berani melawan begal.

TONTON JUGA:

Dwi menegaskan, perlawanan dilakukannya meski saat itu tak memiliki bekal ilmu bela diri untuk melawan penjahat.

Ia mengaku aksinya itu dilakukan secara spontan.

"Enggak (belajar bela diri), mungkin karena saya tomboy kali ya saya juga enggak ngerti, itu sebenernya spontan aja si," terang Dwi Wulan Meiylani.

Berhasil Rebut Celurit, Pengemudi Ojol Wanita di Bekasi Tak Menyangka Bisa Menang Duel Lawan Begal

Lebih lanjut, Dwi mengaku telah berusaha sekuat tenaga berteriak untuk meminta bantuan, namun belum ada warga yang datang ketika terjadi aksi saling dorong dan tarik menarik.

Meski demikian, Dwi Wulan Meiylani saat itu berusaha untuk mempertahankan harta bendanya.

FOLLOW JUGA:

Usaha Dwi yang terus melawan meski berulang kali digertak membuat pelaku kewalahan, hingga celuritnya terjatuh dan langsung direbut.

"Saya udah teriak sekuat tenaga saya, tapi enggak ada orang yang keluar saya herannya di situ," ucap Dwi Wulan Meiylani.

Perlawanan Dwi saat itu tak sia-sia, senjata tajam pelaku berhasil direbutnya.

Berhasil merebut celurit begal, Dwi mengaku seketika merasa gemetar.

Tak Percaya Yodi Prabowo Tiada, Adik Kembar Kerap Cari di Kamar dan Sering Bengong: Kok Tidur Terus?

Meski demikian, Dwi sempat membalik mengancam penjahat yang hendak merampas barang berharganya.

"Pas saya kaya gitu saya juga kaget, Ya Allah, apalagi saya pas pegang celuritnya gemetar makanya saya kasi ke orang yang nolongin saya," ujar Dwi Wulan Meiylani.

Dwi Dwi Wulan Meiylani (32) driver ojol yang mejadi korban pembegalan di Perumahan Pondok Ungu Permai, Bekasi.
Dwi Dwi Wulan Meiylani (32) driver ojol yang mejadi korban pembegalan di Perumahan Pondok Ungu Permai, Bekasi. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Trauma keluar malam

Akibat kejadian yang menimpanya, Dwi Wulan Meiylani kini membatasi diri untuk tak keluar di malam hari.

"Kemarin si udah mulai lagi (terima order), tapi enggak berani malem siang aja, karena saya juga masih trauma takut lewat jalan situ lagi," kata Dwi, Rabu (29/7/2020).

Dwi dibegal di Jalan Perumahan Pondok Ungu Permai pada, Minggu (26/7/2020) dini hari ketika tengah mengambil pesanan makanan untuk konsumen.

Beruntung aksi begal itu, tidak sampai membuatnya mengalami kerugian materil.

Hari Persahabatan Internasional, Yuk Sajikan Masakan Istimewa untuk Sahabat Tersayang

Berkat keberaniannya, Dwi berduel merampas senjata tajam pelaku dan melindungi barang berharga berupa ponsel dan sepeda motor.

"Saya cuma sehari aja pas abis kejadian itu istirahat, karena waktu itu tangan saya bengkak karena memar," ucapnya.

FOLLOW JUGA:

Memar itu ia dapat ketika, berusaha menangkis serangan pelaku ditambah benturan akibat terjatuh dari motor.

"Tangan saya bengkak, memar di lutut juga sayakan berusaha nangkis pas dia mau mukul, saya dorong terus dia dorong balik," paparnya.

Meski tidak ada barang berharga yang diambil, Dwi mengaku sudah membuat laporan ke Polsek Babelan atas kejadian yang menimpanya.

"Sudah laporan hari ini, kalau pelakunya saya lihat masih remaja, tapi kalau yang satu lagi saya kurang jelas mukanya," ungkap Dwi.

Kronologi

Dwi menegaskan, peristiwa itu berawal saat dirinya melayani order makanan nasi goreng yang berada tidak jauh dari kediamannya.

"Saya hari itu keluar sore, sebenarnya saya udah mau pulang saya lagi di dekat Gerbang Pasar Marakas tiba-tiba masuk order," kata Dwi, Rabu (29/7/2020).

Saat itu Dwi mengaku beberapa kali memastikan order tersebut bukan fiktif dengan bertanya ke sejumlah driver lain yang berada di sekitar Gerbang Marakas.

Setelah sudah dipastikan order itu bukan fiktif, dia lantas melaju arah Jalan Perumahan Pondok Ungu Permai menuju restoran penjual nasi goreng yang dipesan konsumen.

Yodi Positif Amfetamin Diduga Picu Bunuh Diri, Ayah Ungkap Kejanggalan Ini: Harusnya Buat Bahagia

"Saya sempet mastiin takutnya order fiktif, abis itu saya jalan ke arah restorannya buat ambil makanan," jelasnya.

Jalanan perumahan malam itu cukup sepi, Dwi sempat melirik ke sekitar sambil melajukan kendaraannya.

Belum sampai di restoran tempat ia menjemput makanan, tiba-tiba dua orang berkedara sepeda motor mendekar ke arahnya.

"Pelaku datang dari arah belakang saya, pasa abis belokan ke kiri posisinya jalan udah gelap langsung saya tiba-tiba disalip," ungkapnya.

Dwi Wulan Meiylani (32), driver ojol yang berhasil mengagalkan begal di Perumahan Pondok Ungu Permai, Kecamatan Bebelan, Bekasi.
Dwi Wulan Meiylani (32), driver ojol yang berhasil mengagalkan begal di Perumahan Pondok Ungu Permai, Kecamatan Bebelan, Bekasi. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Satu orang pelaku yang dibonceng langsung mengarahkan celurit ke badannya, Dwi yang panik kemudian langsung didorong hingga terjatuh.

"Saya didorong sama dia (pelaku) terus handphone saya masih di motor (dudukan dekat kemudi), dia gertak saya pakai celurit," ucapnya.

Wanita yang sudah setahun menjalani profesi ojol ini reflek mendorong pelaku hingga terjadi aksi saling dorong diantara keduanya.

Reaksi Bijak Amanda Manopo Disebut Cabe-cabean, Tetap Hormati Nikita Mirzani: Bangga pada Sosoknya!

Pelaku menurut Dwi, hendak mengincar sepeda motor atau ponsel miliknya.

Berulang kali dia mencoba merampas kunci kontak dan ponsel yang ada di dudukan kemudi.

Upaya itu sempat berhasil, tetapi lagi-lagi Dwi terus melawan dengan cara menarik pakaian pelaku meski sudah berhasil merampas ponselnya.

"Dia udah dapat handpone (ponsel) saya, pas dia mau ke arah temannya (pelaku yang bertugas sebagai joki), saya tarik jaketnya," kata Dwi.

"Jaketnya itu saya tarik dari belakang sampai lepas, akhirnya dia jatuh sama handpone dan celurit jatuh," ujarnya.

Tanpa pikir panjang, Dwi lalu mengambil celurit milik pelaku, seketika dia langsung berbalik menyerang keduanya.

Besok Lebaran Haji, Simak Tata Cara Salat Idul Adha, Dilengkapi Niat Mandi Sunnah Sebelum Hari Raya

Aksi Dwi ini juga tertolong berkat, sekelompok pemuda yang berada di bengkel tidak jauh dari lokasi.

Mereka kata Dwi, sempat berteriak ketika melihatnya berduel melawan dua pelaku begal yang hendak merampas barang berharga miliknya.

"Saya kan teriak-teriak terus anak-anak muda yang ada dibengkel langsung teriakin pelakunya 'polisi, tembak' sambil lempar pecahan botol ke arah pelaku," terangnya.

Kian terdesak, kedua pelaku lalu panik, mereka lantas kabur tunggang langgang meninggalkan tempat kejadian perkara tanpa membawa barang rampasan.

"Saya langsung kasi celuritnya ke anak-anak muda yang nolong saya, mereka saya minta kejar pelaku," ucapnya. 

 Tetap Antar Pesanan ke Pelanggan

Dedikasi Dwi Wulan Meiylani (32), driver atau pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban pembegalan di Bekasi patut diapresiasi.

Bukan hanya kaberaniannya melawan dua penjahat jalanan, Dwi bahkan tetap mengantarkan pesanan makanan yang untuk pelanggan.

Dwi mengatakan, menerima hingga mengantar pesanan hingga dini hari sejatinya jarang dia lakukan.

Ia memang pengemudi yang biasa mulai beraktivitas dari sore hingga malam hari, tetapi pada saat kejadian dia tidak sengaja menerima pesanan yang masuk ke akunnya.

"Saya biasanya dari sore sampe malem paling jam 12 pulang, waktu itu sebenarnya saya mau pulang tapi saya kebetulan lagi ngisi deklamasi kesehatan terus tiba-tiba masuk orderan," kata Dwi.

Karena sudah kepalang tanggung, Dwi yang merasa sudah menerima pesanan lengsung melayani kosumen seperti biasa.

Saat itu, pesanan yang masuk berupa order makanan nasi goreng, lokasi restoran masih berada di kawasan Perumahan Pondok Ungu Permai.

"Saya di dekat gerbang Pasar Marakas, masih rame sebenarnya waktu itu, masih banyak driver juga saya lihat," ungkapnya.

Namun nahas, order terakhir yang dia terima itu membuatnya celaka.

Ketika hendak menuju restoran untuk mengambil pesanan makanan, Dwi dipepet dua pelaku begal dengan membawa senjata tajam celurit.

Beruntung aksi begal itu, tidak sampai membuatnya mengalami kerugian materil.

Berkat keberaniannya, Dwi berduel merampas senjata tajam pelaku dan melindungi barang berharga berupa ponsel dan sepeda motor.

Usai berduel dengan pelaku begal, Dwi sempat syok, tetapi dia tidak lupa dengan tugas mengantar pesanan makanan yang dinanti konsumen.

"Saya abis itu (kejadian begal) selesain dulu tuh, sampai diresto saya ketemu driver lain dari situ saya dikawal sama teman-teman," terangnya. (tribunjakarta nia/yusuf)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved