Breaking News:

Pengusaha Handphone Putra Siregar Mengaku Dijebak, Bea Cukai: Penetapan Tersangka Sesuai Fakta Hukum

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan jajarannya tak sembarang dalam melakukan proses penyelidikan hingga penyidikan satu kasus.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi saat memberi keterangan di kantor BNN Jakarta Timur, Kamis (30/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tak ambil pusing pernyataan Putra Siregar yang merasa dijebak saat jadi tersangka.

Menanggapi pernyataan Putra yang merasa dijebak oleh rekan bisnis dan penyelidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta saat ditangkap.

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan jajarannya tak sembarang dalam melakukan proses penyelidikan hingga penyidikan satu kasus.

"Itu keterangan dari yang bersangkutan (Putra), tentunya yang kita pegang adalah fakta-fakta hukum sebenarnya, simpel saja," kata Heru di kantor BNN Jakarta Timur, Kamis (30/7/2020).

Dia mencontohkan bukti handphone ilegal yang diamankan penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta saat penangkapan Putra.

Meski Putra mempertanyakan proses penyelidikan hingga penyidikan yang dilakukan jajaran Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta.

Pihaknya tidak bakal memeriksa penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta hanya karena Putra merasa dijebak jajarannya saat ditangkap.

"Handphone pasti punya teregister namanya imei. Kalau resmi pasti ada dokumen impornya maka dengan mudahnya kita bisa tahu yang tidak teregister pasti tidak resmi," ujarnya.

Heru menuturkan berkas perkara Putra yang sudah dinyatakan lengkap atau P21 jadi bukti proses hukum sudah berdasarkan bukti-bukti.

Halaman
123
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved