Bos Arisan Bodong Menghilang Seusai Terima Setoran Rp 3 Miliar, Intip Tips Aman Dalam Memilih Arisan

Dugaan HA membawa kabur uang arisan pun muncul, setelah HA pergi dan tak dapat dihubungi.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
uangteman.com
Ilustrasi Uang 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang pengelola atau penanggung jawab arisan kurban berinisial HA tiba-tiba menghilang.  

Menghilangnya HA jelang waktu pencairan arisan tentu membuat peserta arisan curiga.

Dugaan HA membawa kabur uang arisan pun muncul setelah HA pergi dan tak dapat dihubungi.

Tak mau uang arisan raib, sejumlah peserta arisa kurban dan paket arisan lainnya melaporkan HA ke Polres Cianjur, Jawa Barat.

Pasalnya, paket arisan yang telah dijanjikan tidak kunjung terealisasi sampai tenggat waktu yang telah disepakati.

Kuasa hukum pelapor, Basyir Siregar, menyebutkan saat ini baru tiga orang yang telah memberikan kuasa kepada pihaknya untuk membuat laporan polisi.

“Klien kami ini merupakan para ketua kelompok yang membawahi jumlah anggota 100 sampai 200 orang,” kata Basyir kepada wartawan, Sabtu (1/8/2020).

Nekat Bunuh Ibu Kandung Karena Warisan, Tangis Anak Penuh Penyesalan: Minta Buku Tuntunan Salat

Basyir mengatakan, ketiga kliennya itu mengaku telah menyetor uang kisaran Rp 500 juta hingga Rp 3 miliar kepada HA pada Maret lalu.

Namun, paket arisan yang sedianya harus dicairkan HA tak kunjung dilakukan.

“Jadi, pihak terlapor ini sebagai pengelola arisan berupa investasi sejumlah barang, seperti alat elektronik, perabot rumah tangga, hingga paket kurban dan jenis paket arisan lainnya,” terang Basyir.

Seorang anggota Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat, tengah memasang garis polisi pada salahsatu bangunan di halaman belakang rumah milik HA, Sabtu (1/8/2020).(KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)
Seorang anggota Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat, tengah memasang garis polisi pada salahsatu bangunan di halaman belakang rumah milik HA, Sabtu (1/8/2020).(KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN) (Tangkapan Layar Kompas.com)

Mulai Macet Sejak 2 Tahun Terakhir

Basyir menyebutkan, kelompok arisan yang dikelola HA ini sudah berjalan sejak 2015.

“Namun, informasi dari klien kami, mulai 2018 sudah macet,” imbuhnya.

Sementara itu, sehari sebelumnya ratusan orang mendatangi rumah HA di Kampung Limbangan, Desa Limbangansari, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Anggota arisan ini tidak hanya warga Cianjur, tapi juga ada yang dari luar daerah, seperti dari Sukabumi dan Bandung Barat.

Detik-detik Oknum Pengacara Aniaya Istri di Garasi, Anak Ketakutan hingga Ikut Jadi Sasaran

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved