Breaking News:

Pengamen Aniaya Monyet

Dilarang Sejak Jokowi Jabat Gubernur, Topeng Monyet Masih Ditemukan di Jakarta Timur

Larangan ngamen topeng monyet yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 2014 lalu tak membuat profesi ini lenyap sepenuhnya.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ketua RT 05/RW 14 Misto (60) saat memberi keterangan di Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Larangan ngamen topeng monyet yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 2014 lalu tak membuat profesi ini lenyap sepenuhnya.

Setelah video berdurasi 36 detik dua pengamen warga RT 05/RW 14, Pulo Jahe, Kelurahan Jatinegara Jakarta Timur yang viral karena menganiaya monyetnya.

Ketua RT 05 Misto (60) mengatakan dua pengamen itu bukan satu-satunya warganya yang berprofesi jadi pengamen topeng monyet.

"Banyak (jadi pengamen topeng monyet). Ada enam orang, dan pengikutnya itu banyak, kadang kadang gantian ngamen," kata Misto di Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/8/2020).

Simulasi Belajar Tatap Muka, SMPN 2 Kota Bekasi Pastikan Guru-guru Bebas Covid-19

Menurutnya satu orang pemiliknya monyet sedikitnya memiliki seorang anak buah untuk membantu saat ngamen topeng monyet.

Dia mencontohkan dua orang yang menganiaya monyet dalam video berdurasi 36 detik, satu merupakan pemilik, satu karyawan.

"Semuanya punya monyet sendiri, enggak ada yang nyewa dari orang. Saya tahu topeng monyet dilarang pemerintah, tapi yang bisa menindak kan petugas, bukan saya," ujarnya.

Misto menuturkan profesi ngamen topeng monyet yang dilakoni enam warganya sudah lama ditekuni dan jadi mata pencaharian utama.

Ketua RT di Jatinegara Jakarta Timur Sesalkan Warganya yang Viral Karena Aniaya Monyet

Namun Misto tak mengetahui pasti di mana keenam warganya ngamen topeng monyet, selama ini mereka selalu luput dari pantauan petugas.

"Kalau yang kasus viral itu tadi Satpol PP Kelurahan sudah datang. Pemiliknya diminta tanda tangan surat pernyataan kalau enggak bakal menganiaya monyetnya lagi," tuturnya.

Sejak tahun 2014 lalu saat Joko Widodo menjabat Gubernur, Pemprov DKI Jakarta sebenarnya sudah melarang aktivitas topeng monyet.

Pemprov DKI menilai monyet yang menampilkan berbagai kemampuan saat mengamen digembleng dengan kekerasan agar menuruti pemilik.

Terpisah, Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengklaim selama ini pihaknya tak pernah mendapati adanya aktivitas ngamen topeng monyet.

"Pengawasan secara khusus tidak ada. Karena masalah topeng monyet sudah selesai ejak adanya razia dan pelarangan. Saya belum menemukan kembali di perempatan lampu merah terkait topeng monyet," kata Budhy.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved