Kali Jalatreng Tercemar Limbah Beraroma Pekat, DLH Tangsel Angkat Bicara
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, limbah cair beraroma pekat berwarna hitam memang mengalir dari sebuah pipa besar.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Kali Jaletreng yang menjadi perbatasan Kecamatan Serpong dengan Setu Tangerang Selatan (Tangsel), tercemar limbah cair beraroma pekat.
Limbah tersebut mencemari kali melalui tiga pipa besar terbuat dari beton.
Adi, warga yang biasa mancing di tepi kali Jaletreng, mengatakan, biasanya limbah bervolume deras mengalir saat hujan turun.
Menurutnya, hal itu agar aliran limbah tidak terlihat dan terkamuflase aliran deras kali.
"Iya nunggu ujan, biar disangkanya air kiriman. Kalau sekali keluar tiga, gorong-gorong sana, sana sama ini. Di sini kalau hujan besar di sini berminyak semua penuh. Kalau situ mau lebih rinci lagi datang pas hujan, sudah pasti limbahnya keluar," ujar Adi di lokasi, Senin (3/8/2020).
Sedangkan saat hujan tidak turun, sehari-hari limbah hanya mengucur sedikit, namun tetap terlihat dari warnanya yang hitam.
"Kalau sehari-hari dia enggak keluar, dia mirit-mirit doang kaya gini, enggak gede," ujarnya.
Adi menduga limbah itu berasal dari Kompleks Pergudangan Taman Tekno BSD.
"Iya Tekno inimah," ujarnya.
Dugaan Jamal dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Pembinaan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Tedi Krisna.
Tedi mengatakan, salah satu pencemar Kali Jaletreng berasal dari Pergudangan Tekno.
"Terkait pencemaran kali Jalatreng itu kami tidak bisa menafsirkan bahwa itu sumber utamanya dari kawasan Taman Tekno. Karena kan banyak sekali yang melintasi kawasan kali Jaletreng ada perumahan juga dan yang lainnya. Itu salah satu penyebabnya tercemar mungkin bisa dikatakan dari kawasan Taman Tekno," ujar Tedi melalui sambungan telepon.
• Ibu Hamil Sebaiknya Hindari Tidur dengan Posisi Telentang, Ini Penjelasannya
• Pengamen Topeng Monyet di Cakung Luput dari Pengawasan
Tedi mengatakan, Jaletreng sudah masuk kategori tercemar sedang.
Jika hendak dikonsumsi, air yang mengalir dari Jaletreng harus diolah sedemikian rupa terlebih dahulu agar netral dari limbah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kondisi-air-tercemar-limbah-di-kali-jaletreng.jpg)