Simulasi Belajar Tatap Muka di Bekasi

Wali Kota Bekasi Legowo, Program Simulasi Belajar Tatap Muka Dihentikan Atas Perintah Kemendikbub

Pemkot Bekasi sudah mengirim surat ke Kemendikbud terkait program simulasi tatap muka di sekolah role model.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat dijumpai di rumah dinasnya di Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat, (7/8/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak ketika program simulasi belajar tatap muka terpaksa dihentikan atas perintah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Untuk diketahui, per hari ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi memastikan, tidak melanjutkan simulasi belajar tatap muka yang digelar di enam sekolah role model (percontohan).

"Kalau Disdik sudah berhentikan berartikan kemarin sudah baca apa yg disampaikan pak Dirjen, itukan surat pertama, sekarang surat kedua dengan segala tahapan-tahapannya," kata Rahmat di rumah dinasnya, Jumat, (7/8/2020).

Dia menjelaskan, Pemkot Bekasi sudah mengirim surat ke Kemendikbud terkait program simulasi tatap muka di sekolah role model.

Surat pertama kata Rahmat, tidak ada respon dari Kemendikbud, meski begitu dia tetap melanjutkan program simulasi belajar tatap muka yang sudah dicanangkan.

Selanjutnya, ketika simulasi dijalankan, Pemkot Bekasi kembali mengirim surat kedua ke Kemendikbud dengan melengkapi proposal secara detail standar operasional prosedur (SOP) role model belajar tatap muka.

"Kita kan bikin nih, simulasi Tatap Muka iniloh SOP-nya kalau yang kita bikin pertama kita gak ngelengkapi itu cuma kita sampaikan sekolah role model bentuknya begini," paparnya.

Pada surat kedua ini menurut Rahmat, Kemendikbud merespon agar prorgam simulasi dihentikan terlebih dahulu.

"Kalau yang surat kedua itu kita bikin semacam SOP petunjuknya kita kirim proposalnya ke sana (kemendikbud)," ucap Rahmat.

"Nah itu disetujuin nggak proposalnya kalau itu nggak disetujuin ya kayanya udah nggak ada cara lain," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak enam sekolah di Kota Bekasi sejak Senin, (3/8/2020) telah mulai melakukan simulasi belajar tatap mula dan dijadwalkan bakal berlangsung hingga, Jumat, (28/8/2020) mendatang.

Keenam sekolah itu diantaranya, SDN Pekayon Jaya VI, SMPN 2 Kota Bekasi, Sekolah Voctory Kemang Pratama dan Sekolah Islam Al-Azhar Jakapermai, SMP Nassa dan SDN Jaticempaka VI.

Sekolah tersebut selanjutnya, disebut sebagai sekolah role model pembelajaran tatap muka di masa adaptasi tatanan hidup baru pandemi Covid-19.

Dalam simulasi belajar tatap muka, setiap sekolah role model hanya membuka tiga rombongan belajar (rombel) dengan masing-masing rombel diisi maksimal 18 siswa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved