Breaking News:

Dokter Penyakit Dalam Ungkap Pentingnya Istirahat dengan Waktu Tidur yang Cukup

Memiliki waktu tidur yang ideal, sangat dibutuhkan untuk kebugaran tubuh.

Freepik
Ilustrasi tidur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Memiliki waktu tidur yang ideal, sangat dibutuhkan untuk kebugaran tubuh.

Namun selama pandemi Covid 19, tidak sedikit orang punya kebiasaan terlalu banyak menonton film, bermain gadget, atau bekerja hingga larut malam, sampai-sampai menyebabkan begadang.

Padahal, terlalu sering begadang tentunya dapat membawa pengaruh buruk bagi kesehatan.

"Jadi memang tubuh kita dalam 24 jam harus memiliki kesempatan untuk beristirahat. Sebab, sel-sel dalam tubuh termaksud sel otak, hati, jantung, juga paru-paru harus beristirahat, termaksud juga mata," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Gastroentero Hepatologi, Eka Hospital Bekasi, Maulana Suryamin, dalam sesi Health Education, Selasa (11/8/2020).

Ibarat benda elektronik yang butuh istirahat setelah dipakai cukup lama, tubuh manusia pun juga sama.

Jam biologis tubuh berhubungan erat dengan sistem metabolisme yang dilakukan oleh organ-organ di dalam tubuh.

Saat tubuh dalam keadaan aktif, organ dalam tubuh terus bekerja. Sehingga, apabila jam biologis terganggu, tentunya bisa menyebabkan terganggunya fungsi organ tersebut.

"Jadi dengan begadang sel-sel hati tetap bermetabolisme yang harusnya istirahat. Dia gak istirahat, akhirnya sebagian akan rusak. Kata orang awam, terjadi sedikit gangguan fungsi hati jika orang begadang, tapi dengan dia istirahat cukup dia akan bisa kembali lagi dan tidak berlanjut," imbuhnya.

Adapun waktu istirahat yang dianjurkan, menurut dr Maulana dilakukan saat malam hari setidaknya sekitar 8 hingga 10 jam pada anak-anak, dan sekurang-kurangnya 6 jam untuk orang dewasa.

Selain berpengaruh pada kesehatan fisik, terlalu sering begadang juga bisa berdampak pada gangguan konsentrasi, emosi, juga gangguan tekanan darah.

Ia pun menyarankan apabila diharuskan begadang dalam kondisi tertentu, sebaiknya jam tidur bisa diatur sedemikian rupa agar tubuh tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

"Menurut penelitian organ-organ kita ini metabolismenya sebaiknya diistirahatkan saat malam hari. Itu berhubungan dengan hormon-hormon yang ada di dalam tubuh manusia. Jadi memang baiknya malam hari istirahat," katanya.

"Tapi dalam keadaan pekerjaan, sekali-kali bisa saja saat malam kita bekerja. Tapi harus digantikan (jam tidur) dikasih kompensasi misalnya (tidur) saat pagi atau siang harinya," tutur dia.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved