Pembobol Gudang Transmart Ditangkap

BREAKING NEWS Pura-pura Jadi Konsumen, CH Bobol Gudang Elektronik Transmart Bintaro saat Pandemi

"Dia merusak gudang, pada saat malam hari saat situasi sedang sepi dan saat Covid-19," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Rilis kasus pencurian di Mapolsek Pondok Aren, Jalan Graha Raya, Parigi Baru, Pondok Aren, Tangsel, Rabu (12/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Pusat perbelanjaan Transmart Bintaro, dibobol maling sebanyak tujuh kali berturut-turut selama pandemi Covid-19 ini.

Mal yang berlokasi di Jalan Satrio Bintaro Sektor VII CBD, Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) itu, disatroni pencuri yang belakangan diketahui berinisial CH, selama satu bulan pada April 2020 lalu.

Kapolsek Pondok Aren, AKP Riza Sativa, mengatakan, modus CH melancarkan aksinya adalah dengan berpura-pura menjadi konsumen.

Tukang Bangunan Nyambi Jadi Maling Sepeda Motor di Wilayah Bekasi

CH masuk ke dalam Transmart dan langsung menyasar gudang penyimpanan barang elektronik.

"Pura-pura menjadi konsumen dengan masuk ke Transmart sambil mengawasi," ujar Riza saat gelar rilis kasus pencurian tersebut di Mapolsek Pondok Aren, Jalan Graha Raya, Parigi Baru, Pondok Aren, Tangsel, Rabu (12/8/2020).

Riza mengatakan, saat itu area Transmart sedang sepi karena pandemi Covid-19.

"Dia merusak gudang, pada saat malam hari saat situasi sedang sepi dan saat Covid-19," ujarnya.

Selama Bulan April itu, secara berkali-kali CH menguras isi gudang Transmart yang penuh barang elektronik berharga mahal.

Dari mulai smart TV hingga sound system, tidak tertinggal digasak CH.

"Pelaku sudah tujuh kali pernah melakukan hal tersebut di lokasi yang sama," ujarnya.

Akibat ulahnya, CH terancam hukuman sembilan tahun penjara karena jeratan pasal 363 ayat 2 KUHP.

Selain CH, polisi juga menangkap lima penadah yang membeli barang curian CH, yakni berinisial MR, MS, CR, AA, HR.

lima penadah itu dijerat pasal 481 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved