Pengusaha Pelayaran Tewas Usai Ditembak 4 Kali di Siang Bolong di Kelapa Gading: Ini Temuan Polisi
Tembakan tersebut datang dari arah belakang korban dan mengenai punggung dan kepala.
Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Suharno
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, korban tewas dengan empat luka.
"Dari kejadian ini, kami menganalisa korban mendapat empat tembakan yang ditembakkan dari belakang," kata Budhi di lokasi, Kamis sore.
Empat peluru yang ditembakkan pelaku bersarang di bagian belakang tubuh Sugianto.
Selain mengenai punggung, peluru juga ditembakkan ke kepala korban.
"Luka pengenaannya dari belakang. Ada di punggung dan kepala," jelas Budhi.
Adapun Sugianto tewas ditembak seorang tak dikenal siang tadi.
Warga setempat sempat mendengar ada bunyi tembakan sebanyak tiga kali sebelum akhirnya mendapati Sugianto tewas tergeletak di depan salah satu ruko.
Pengusaha pelayaran

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan Sugiantosehari-hari memang beraktivitas di kawasan Ruko Royal Gading Square.
Sugianto ialah salah satu pemilik ruko yang bergerak di bidang pelayaran.
"Korban pekerjaan swasta, dia punya usaha di bidang pelayaran," kata Budhi.
Polisi temukan selongsong peluru
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi sudah mengamankan empat selongsong peluru sebagai barang bukti.
Menurut Budhi, empat selongsong peluru tersebut berukuran 9 milimeter.
"Tentunya kita menemukan empat buah selongsong peluru yang ada di TKP," kata Budhi di lokasi.
• Pria Tewas di Ruko Royal Gading Square, Terlihat Orang Acungkan Senjata Lalu Menembak dari Belakang
• Kronologi Penembakan di Kelapa Gading Jakarta Utara, Terungkap Identitas dan Jumlah Luka Korban
• Hendak Menangkap, Polisi Dianiaya Ibu dan Anak Pemilik Miras Ganja
Selain selongsong peluru, polisi juga sempat memeriksa barang-barang yang dibawa korban.
Salah satunya ialah ponsel yang juga didata sebagai barang bukti guna proses penyelidikan.
"Yang jelas kami menemukan ada handphone yang ada di TKP yang kemungkinan milik korban," kata Budhi. (Gerald Leonardo Agustino)