Breaking News:

Adu Mulut Satpol PP dengan Pedagang Kaki Lima yang Nekat Jualan di Sepanjang KBT

Adu mulut antar Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Satpol PP di Kanal Banjir Timur (KBT), Duren Sawit, Jakarta Timur tak terelakan, Sabtu (15/8/2020).

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana di KBT, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Nekat berdagang, adu mulut antar Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Satpol PP di Kanal Banjir Timur (KBT), Duren Sawit, Jakarta Timur tak terelakan, Sabtu (15/8/2020).

Seperti diketahui, untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 PKL di sepanjang KBT dilarang untuk berjualang.

Untuk itu, petugas Satpol PP pun melakukan penjagaan setiap pagi dan sore.

Suasana di KBT, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2020)
Suasana di KBT, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2020) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Namun, pada hari ini pedagang kembali nekat dan mendapatkan larangan dari Satpol PP.

"Berkaitan dengan insiden kecil, saya Kasatpol PP memimpin anggota untuk melakukan penyisiran, karena memang perintah dari Gugus Tugas Covid-19 di tingkat kota bahwa potensial kerumumanan di tempat-tempat umum diantaranya salah satunya kawasan BKT. Itu pun harus dilakukan pengendalian ketertiban umumnya supaya tidak ada potensial kerumunan," kata Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian di lokasi.

Budhy mengatakan pada awalnya ia melakukan penindakan terhadap satu pedagang usai membuka tenda.

"Siapa suruh?," tanya Budhy tegas.

Suasana di KBT, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2020)
Suasana di KBT, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2020) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Setelah memberikan arahan bahwa lokasi tersebut harus steril, pihaknya melakukan penindakan.

"Kami lakukan pengangkutan ke dalam truk, kemudian tiba-tiba kami dilakukan protes oleh para pedagang. Intinya mereka menuntut untuk bisa beraktivitas atau berdagang kembali," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved