Titip Bocah 9 Tahun ke Tetangga, Ibu di Mentawai Tak Menyangka Anaknya Jadi Korban Rudapaksa

Seorang ibu di Kecamatan Pagai Utara, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat tak pernah menyangka, pilihannya menitipkan anak ke tetangga berbuah petaka.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
KOMPAS/LAKSONO HARI W
Ilustrasi korban pencabulan 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang ibu di Kecamatan Pagai Utara, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat tak pernah menyangka, pilihannya menitipkan anak ke tetangga akan berbuah petaka. 

Kakek berinisial A (75) tetangga yang selama ini ia percaya untuk menjaga anaknya, ternyata telah berkhianat.

TONTON JUGA:

A telah tega mencabuli E (9), anak tetangga yang dititipkan kepadanya.

Wakapolsek Sikakap Kepulauan Mentawai Ipda Yanuar saat dikonfirmasi mengatakan, pencabulan itu terjadi pada 15 Agustus 2020.

Kasus itu bermula saat sang ibu hendak pergi ke ladang.

Dicegat Waria Seusai Antar Pulang Pacar, Remaja 15 Tahun Jadi Korban Pencabulan: Mereka Keroyokan

Karena tidak ada yang mengasuh, sang ibu kemudian menitipkan korban dan adiknya di rumah pelaku.

Tanpa curiga, ibu E lantas menitipkan anaknya kepada A saat ia pergi bekerja.

"Awal kejadian pada hari Sabtu 15 Agustus lalu. Ibu korban yang akan pergi ke ladang menitipkan korban dan adiknya ke pelaku di rumah pelaku," jelasnya.

Ilustrasi
Ilustrasi (Kompas.com)

Ibu Korban Curiga

Setelah kembali dari ladang, ibu korban kemudian menjemput anaknya yang ia titipkan di rumah pelaku.

Namun, ibu korban sempat curiga dengan pelaku, sang ibu curiga dengan gerak-gerik pelaku.

Sebab, pelaku terlihat resah dan berusaha menghindar saat bertemu.

Detik-detik Anak Todongkan Pistol Coba Perkosa Ibu Kandung, Korban Ditembak Saat Selamatkan Diri

Keesokan harinya, ibu korban akhirnya bertanya kepada anaknya.

Terbongkarlah, aksi bejat pelaku terhadap bocah 9 tahun tersebut.

"Besoknya ibu korban menanyakan kepada korban mengenai apa yang terjadi di kemarin hari."

"Korban menceritakan kepada ibunya bahwa dia sudah dicabuli dan disetubuhi oleh pelaku," ujar Yanuar, Kamis (20/8/2020).

Mengetahui pengakuan anaknya itu, ibu korban langsung syok.

Tak terima dengan perbuatan pelaku, oleh sang ibu langsung dilaporkan ke polisi.

"Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung bergerak cepat menangkap pelaku," jelasnya.

Terciduk Kalung Pemberiannya Tak Dipakai Aurel Hermansyah, Ashanty Marah-marah: Cincin Atta Dipake!

Dicabuli 5 Kali

A, Kakek 75 tahun yang mencabuli E (9) kahirnya diamankan kepolisian kepulauan Mentawai.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap ternyata A lebih dari satu kali melakukan pencabulan terhadap korban.

"Pelaku melakukan pencabulan terhadap korban sebanyak lima kali."

"Perbuatan tersebut dilakukan sejak bulan Maret hingga Agustus ini," ujar Yanuar.

Ilustrasi anak didiskriminasi
Ilustrasi anak didiskriminasi (The Huffington Post/TribunPekanbaru.com)

Pelaku saat ini sudah diamankan di kantor polisi.

"Pelaku kami tangkap pada Rabu 19 Agustus kemarin," tambahnya.

Lebih jauh dijelaskan Yanuar, pelaku dan korban tinggal bertetangga.

"Awal kejadian pada hari Sabtu 15 Agustus lalu. Ibu korban yang akan pergi ke ladang menitipkan korban dan adiknya ke pelaku di rumah pelaku," paparnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sering Memangku dan Memeluk Anak-anak Menjadi Awal Terbongkarnya Pencabulan di Rumah Ibadah

Nasib Pilu Remaja 15 Tahun, Jadi Korban Pencabulan Waria

Malang menimpa seorang remaja berusia 15 tahun berinisial RA.

Masih lekat dalam ingatan RA tatkala tiga waria mencegatnya di sebuah lorong tembus, pada pukul 23.00 WIB kala itu. 

TONTON JUGA:

Ia tak menyangka, keputusannya untuk melalui jalan pintas tersebut justru membawanya pada kejadian yang tak pernah ia inginkan.

Malam itu setelah mengantar pulang sang pacar, RA berjalan kali seorang diri.

Dikarenakan hari sudah malam dan suasana sepi, pemuda itu memilih jalan pintas untuk tembus di jalan merdeka.

Jalan pintas itu adalah lorong yang berada persis di samping SPBU, Jalan Merdeka, Kota Padang.

Akui Masih Simpan Barang Pemberian Mantan Meski Tak Dipakai, Rizky Billar: Karena Gue Menghargai

Mengingat waktu hampir tengah malam, suasan jalan kala itu begitu sepi dan gelap.

"Saya sendirian, suasana juga sepi," ujar RA.

Dicegat 3 Waria

RA tetap memberanikan diri untuk melalui jalan pintas tersebut, dengan harapan bisa segera sampai di rumah.

Saat hampir keluar lorong yang berada di Jalan Merdeka tersebut, tiba-tiba dari arah belakang korban dikejutkan oleh tangan seseorang yang langsung memiting lehernya.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock via Kompas)

Tubuh korban kemudian didorong dan disandarkan pada tembok lorong tersebut.

Berdasarkan pengakuan RA, pelaku yang mencegatnya adalah 3 waria yang biasa mangkal di seputaran rumahnya kawasan pasar 26 Ilir, Palembang.

Tubuh RA saat itu tak dapat berkutik, pergerakannya dikunci.

RA yang dalam kondisi tak berdaya dimanfaatkan oleh para waria untuk melakukan aksi bejat.

Lewat Lorong Sepi Tengah Malam, Remaja 15 Tahun Histeris Dapat Perlakuan Tak Terduga dari 3 Waria

Tiga waria itu kemudian mencabuli remaja 15 tahun tersebut.

"Mereka seperti keroyokan, ada tiga pelakunya. Satu memegangi tangan kanan saya, satunya lagi tangan kiri saya." ujar RA saat ditemui dikediamannya, Sabtu (1/8/2020).

RA yang masih begitu muda, hanya bisa menangis histeris sejadi-jadinya saat kejadian itu.

"Sekitar 30 menit kemudian mereka baru melepaskan saya."

TONTON JUGA:

"Saya ditinggalkan begitu saja." ujar RA.

Saat kabur ketiga pelaku langsung lari dan berpencar.

Dua orang berlari ke arah gedung SMP N 1 dan satu pelaku lagi langsung melambaikan tangan ke arah pengemudi sepeda motor jenis Scoopy yang diduga RA sudah menunggu dari kejauhan.

"Motor itu nunggu di seberang jalan dan langsung dipanggil sama banci yang satunya," ujar dia.

Utarakan Niatnya Temui Krisdayanti, Atta Halilintar Tertegun saat Aurel Ungkap Fakta Ini: Oh Gitu

Korban Sangat Trauma

Peristiwa pencabulan yang menimpa RA, benar-benar membuat korban mengalami trauma mendalam.

RA mengaku masih mengingat benar wajah dari ketiga pelaku.

Sebab menurutnya, ketiga pelaku sering lewat atau mangkal disekitaran rumahnya yang dikatakan RA cukup banyak waria saat malam hari.

"Mereka benar-benar berdandan seperti perempuan, pakai baju seperti gaun sampai batas dengkul seperti perempuan. Pakai rambut palsu juga," ujarnya.

Ilustrasi
Ilustrasi (Kompas.com)

RA mengaku begitu sedih bila mengingat peristiwa mengerikan yang sudah dialaminya.

Bahkan bocah tersebut kehilangan nafsu makan dan sulit tidur sebab terus teringat peristiwa yang sudah dialaminya.

"Iya trauma sekali," ujar RA dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.

Ponsel Dirampas

Ketiga waria itu rupanya tak hanya melakukan aksi pelecehan seksual terhadap korban.

Mereka juga merampas benda berharga yang korban bawa.

Kasus Dugaan Pencabulan Bocah 6 Tahun di Bekasi, Orangtua Korban Berharap Pelaku Cepat Tertangkap

Setelah melakukan aksi bejatnya, ketiga pelaku langsung merampas telepon genggam milik korban.

"Saya sempat teriak supaya handphone jangan dibawa kabur, soalnya itu punya ibu saya dan adik juga sekarang sekolah online pakai (handphone) itu."

"Tapi mereka malah bentak saya dan bilang kalau kamu mau handphone ini, panggil orang tua kamu kesini," cerita RA dengan wajah yang terlihat begitu lesu.

Sebagian artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Tega Cabuli Anak Tetangga, Kakek 75 Tahun di Mentawai Ditangkap.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved