Breaking News:

Terdata Ada 35 UMKM di Kota Tangerang dapatkan Pinjaman Tanpa Agunan dan Bunga Dari Pemkot

Baru ada 35 pelaku UMKM di Kota Tangerang telah mendapatkan bantuan modal usaha melalui Program Tangerang Emas (Ekonomi Masyarakat Sejahtera).

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Proses registrasi dan pendataan UMKM yang akan mendapatkan bantuan modal usaha melalui Program Tangerang Emas (Ekonomi Masyarakat Sejahtera), Kamis (27/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Baru ada 35 pelaku UMKM di Kota Tangerang telah mendapatkan bantuan modal usaha melalui Program Tangerang Emas (Ekonomi Masyarakat Sejahtera).

Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dengan Bank Jabar Banten cabang Kota Tangerang.

Kepala Bidang UMKM Kota Tangerang, Katrina Iswandari mengatakan, program Tangerang Emas menawarkan pinjaman tanpa agunan dan bunga bagi usaha mikro di Kota Tangerang.

"Program Tangerang Emas dikhususkan bagi UMKM di Kota Tangerang yang butuh modal usaha. Sistemnya pinjaman dengan plafon awal dua juta dan pemohon hanya perlu membayar biaya administrasi sebesar tiga persen," ujarnya saat ditemui di Gedung Cisadane, Kamis (27/8/2020).

Sejak diluncurkan pada bulan Februari 2020, Program Tangerang Emas telah disalurkan kepada 35 UMKM yang berhak menerima manfaat program ini.

"Hingga bulan ini (Juli), jumlah uang yang telah dikucurkan oleh Bank Jabar Banten (BJB) cabang Kota Tangerang sebesar Rp 65 juta," terang Katrina.

Pembukaan Bioskop Disebut Berkontribusi Tingkatkan Imunitas, Ahli: Kewaspadaan Justru Ditingkatkan

Macaulay Culkin Pemeran Kevin McCallister di Film Home Alone Genap 40 Tahun: Im No Longer A Kid

Kepada UMKM lainnya yang belum mendapatkan bantuan, Katrin, melanjutkan, hingga saat ini Pemkot Tangerang juga masih melakukan pendataan terhadap UMKM yang patut diberi bantuan modal.

"Sebanyak 40.307 UKM telah dilaporkan kepada Kementerian Koperasi dan UKM. Pemkot hanya melakukan pendataan saja. Verifikasi lebih lanjut, sampai dengan pencairan dilakukan pihak Kementerian KUKM," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved