Adik Ipar Tewas di Tahanan Diduga Terlibat Kasus Perkosaan dan Pembunuhan, Edo Kondologit Ngamuk
Viral di media sosial penyanyi sekaligus politisi PDI-P Edo Kondologit terlihat emosi.
TRIBUNJAKARTA.COM - Viral di media sosial penyanyi sekaligus politisi PDI-P Edo Kondologit terlihat emosi.
Dari caption video yang diunggah akun Facebook Bob Priyo Husodo, Edo marah karena adik iparnya tewas dengan luka penganiayaan di kantor polisi.
Edo dalam video itu juga menuntut keadilan atas kematian adik iparnya berinisial YKR.
"Kita menuntut keadilan, keluarga akan proses ini. Kita akan menuntut propam menuntut polda, polsek," ujar Edo.
Kompas.com mencoba mengonfirmasi perihal video itu ke Edo sejak Minggu (30/8/2020) hingga Senin (31/8/2020).
Namun, belum ada respons dari Edo.
Adapun Kasat Reskrim Polres Sorong Kota AKP Misbhacul Munir menjelaskan bahwa YKR, adik ipar Edo ditangkap karena kasus dugaan pencurian dan pembunuhan disertai dengan pemerkosaan seorang nenek berusia 70 tahun di Pulau Doom Kota Sorong, Kamis (27/8/2020).
Misbhacul mengatakan, saat dibawa ke mapolres, YKR mencoba melawan dan melarikan diri.
Polisi kemudian menembak kaki YKR.
Polisi menangkap YKR dan menahannya di sel.
Namun YKR disebut tewas usai dianiaya oleh tahanan lain berinisial C.
"Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Satu tersangka inisial C sudah mengakui perbuatanya. Usai menganiaya korban hingga tak sadarkan diri, tersangka sempat memanggil petugas piket jaga, "Pak...Pak, ada tahanan yang lemas'. korban kemudian dibawa ke rumah sakit sudah meninggal dunia,"ujar Misbhacul, Minggu.
Misbhacul mengatakan, sebelum meninggal YKR sempat diinterogasi.
Saat itu YKR mengaku tidak bersalah atas pembunuhan yang dan pemerkosaan terhadap nenek 70 tahun.
"Yang bersangkutan sebelum meninggal kami sedang melakukan interogasi dan ia mengakui ada hubungan ipar dari Edo Kondologit. Sebelumnya dia mengaku tidak bersalah dalam kasus pembunuhan yang disertai pemerkosaan itu," ujar Misbhacul.