Mengidap Hidrosefalus, Bayi Berusia 3 Tahun di Lampung Utara Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Operasi

Pengobatan hidrosefalus yang diderita anak mungil berusia tiga tahun empat bulan ini terkendala biaya yang cukup tinggi.

Dokumentasi
Hardyansah digendong sang ibu. Tak Ada Biaya untuk Operasi, Bocah Pengidap Hydrocephalus Asal Lampung Utara Butuh Uluran Tangan 

TRIBUNJAKARTA.COM, LAMPUNG UTARA - Warga dusun 6 RK 1 Dorowati Desa Penagan Ratu Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara ini tengah dilanda nestapa.

Sepasang suami istri Sutejo (35) dan Susanti (33) dikaruniai anak yang mengidap hidrosefalus (menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak) bernama Hardyansyah.

Pengobatan hidrosefalus yang diderita anak mungil berusia tiga tahun empat bulan ini terkendala biaya yang cukup tinggi. 

Sang ayah, Sutejo, hanya bekerja sebagai sopir dengan penghasilan rendah di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Sedangkan, istri Sutejo tidak bekerja. Penghasilan mereka pun pas-pasan.

Gejala penyakit Hidrosefalus dialami Hardyansyah ketika berusia 1 tahun. Ia mengalami sakit panas yang cukup tinggi hingga muntah-muntah.

Bersama istrinya, Sutejo membawa sang anak ke rumah sakit Patima dan dirawat selama 1 minggu di rumah sakit yang ada di sana.

"Setelah menjalani pengobatan selama 1 minggu, anak saya dirujuk ke Rumah Sakit Soedarso Pontianak Kalimantan Barat untuk menjalani operasi. Namun keterbatasan biaya harus memupuskan harapan,” kata Sutejo melalui sambungan telepon seluler, Selasa 15 September 2020. 

Ia pun bersama sang istri memutuskan pulang ke kampung halaman di Dusun 6 RK 1 Dorowati Desa Penagan Ratu, Kecamatan Abung Timur untuk mencari solusi demi kesembuhan anaknya.

Dengan keterbatasan dana Hardyansah hanya dibawa ke puskesmas terdekat mengecek kondisinya, karena untuk mengantarkannya berobat ke rumah sakit BPJS belum ada, masih dalam proses pembuatan.

Persija Jakarta Terima Tantangan Tira Persikabo di Hambalang, Eks Macan Kemayoran Bereaksi

Lirik dan Chord Lagu Era 90: Iwan Fals - Pesawat Tempur

Marak Klaster Perkantoran, Ratusan Pegawai Pemkot Tangsel Dites Covid-19

Odading Mang Oleh Viral, Kini Banyak yang Beli hingga Sehari Bisa Habiskan 120 kg Terigu

Meski begitu, keadaan Hardyansah masih stabil, tidak ada keluhan yang berarti yang dirasakan, hanya saja semakin hari kepalanya terus membesar sehingga membuat Hardyansah tidak bisa berdiri dan duduk.

Sutejo berharap kepada para dermawan bisa sedikit menyisihkan rezekinya untuk membantu biaya pengobatan demi kesembuhan Hardyansah.

Sementara Pj Kepala Desa Penagan Ratu Pebri Adi membenarkan bahwa Hardyansah warganya menderita hidrosefalus.

Dikehui, Keluarganya tergolong kurang mampu, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari saja sangat sulit.

Tapi, hingga saat ini sudah banyak warga yang bahu membahu membantu pengobatan Hardyansyah.

Untuk BPJS sedang dalam proses pembuatan.

"Mudah mudahan BPJS bisa secepatnya selesai agar Hardyansah bisa berobat dan sembuh seperti sediakala,” ujarnya.

Pebria Adi juga berharap kepada seluruh masyarakat yang memiliki rezeki agar bisa menyisihkannya untuk membantu pengobatan Hardyansah. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Tak Ada Biaya untuk Operasi, Bocah Pengidap Hydrocephalus Asal Lampung Utara Butuh Uluran Tangan

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved