Breaking News:

Warga Cipinang Melayu Terdampak Proyek Kereta Api Cepat Bahas Masalah Ganti Rugi Lahan

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan pada Senin (14/9/2020) lalu warganya menghadiri musyawarah membahas ganti rugi bidang lahan.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman saat memberi keterangan di Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (11/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Warga Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar yang rumahnya terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai membahas ganti rugi.

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan pada Senin (14/9/2020) lalu warganya menghadiri musyawarah membahas ganti rugi bidang lahan.

"Kami ajak musyawarah dulu terkait enam bidang lahan mereka yang akan dibebaskan," kata Agus saat dikonfirmasi di Makasar, Jakarta Timur, Selasa (15/9/2020).

Namun dia belum memastikan berapa nominal yang dalam musyawarah dihadiri pelaksana proyek, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dalam pertemuan tersebut pihak Kelurahan Cipinang Melayu hadir memfasilitasi musyawarah guna menentukan ganti rugi.

"Kalau harga lahannya itu saya tidak tahu sama sekali, karena kewenangan BPN," ujarnya.

Agus menuturkan pembahasan ganti rugi lahan masih terus berlanjut karena belum semua rumah yang terdampak proyek pembangunan dieksekusi.

Hanya rumah warga yang sudah sepakat dan menerima uang ganti rugi dieksekusi, namun Agus tak mengingat pasti jumlah warga terdampak.

"Selanjutnya masih ada warga lain (ikut musyawarah pembahasan ganti rugi), kita undang musyawarah secara bertahap agar tak berkerumun," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved