Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Ini Penjelasan Satpol PP di Serpong Beri Sanksi Pelanggar Lari 800 Meter

Petugas Satpol PP Banten dan Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan sanksi kepada pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Belasan warga disanksi lari karena tidak memakai masker di Serpong, Tangsel, Rabu (16/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Petugas Satpol PP Banten dan Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan sanksi kepada pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan lari dan push up di bilangan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangsel, Rabu (16/9/2020).

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, sekira belasan warga yang tidak mengenakan masker, terjaring aparat.

Mereka dipakaikan rompi oranye bertuliskan (Pelanggar PSBB) dan diberi imbauan tentang protokol kesehatan 3M (Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Setelah itu, belasan pelanggar diminta untuk berlari berjarak 200 meter dan harus berputar sebanyak empat kali, hingga totalnya 800 meter.

Pejabat Fungsional Satpol PP Banten, Ahmad Thohir Apdani, mengatakan, sanksi bagi pelanggar PSBB sudah tercantum di Peraturan Gubernur (Pergub) dan Peraturan Wali Kota (Perwal).

"Sebenarnya di Pergub ataupun di Perwal semuanya mengandung sanksi, sanksinya sifatnya edukatif atau tidak terlalu memberatkan," ujar Thohir di lokasi.

Alasan Masker Kendor, Pria 60 Tahun Kena Sanksi Sosial Menyapu di Taman Tugu Tani

Operasi Yustisi Pencegahan Covid-19 di Tugu Tani, Polisi Berikan Masker Kain kepada Pelanggar

Operasi Yustisi Covid-19 di Tugu Tani Jakarta Pusat, Kapolda Metro Jaya Tegur Sejumlah Pelanggar

Termasuk sanksi denda juga tercantum pada peraturan. Namun Thohir menegaskan, bahwa tujuan utama dari sanksi adalah efek jera.

"Ada memang sanksi administratif berupa denda, cuma kita bukan dendanya lah. Yang kita kejar dari Pergub dari Perwal segala macam adakah kesadaran masyarakat," ujarnya.

Thohir menambahkan, "Ya kalau terpaksa kita larikan kita push up-kan, mudah-mudahan memberikan efek jera. Agar mereka patuh terhadap aturan."

Selain sanksi fisik, peliputan media juga membuat para pelanggar akan semakin kapok.

Sorotan media menjadi sanksi sosial tersendiri bagi para pelanggar.

"Kalau sanksinya mungkin kelihatan ringan, tapi ketika teman-teman media mendukung kan mereka malu. Itu efek jeranya. 'Aduh dikamerain euy, aduh disorot, entar masuk TV saya jadi pelanggar' kan malu," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved