Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Puskesmas di Jakarta Timur Mulai Pindahkan Warga yang Isolasi Mandiri ke RS Rujukan

Pemindahan sebagai tindak lanjut setelah Pemprov DKI melarang warga isolasi mandiri.

Dokumentasi Puskesmas Kecamatan Duren Sawit
Pemindahan warga terkonfirmasi yang sebelumnya menjalani isolasi mandiri di rumah ke RS rujukan, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (16/9/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Puskesmas di Jakarta Timur mulai memindahkan warga terkonfirmasi yang menjalani isolasi mandiri di rumah ke fasilitas kesehatan.

Kepala Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Rita Wedya Astuti mengatakan pemindahan sebagai tindak lanjut setelah Pemprov DKI melarang warga isolasi mandiri.

"Dari Jumat pekan lalu mulai dipindahkan, dipindah ke 15 RS rujukan yang menangani pasien Covid-19. Sekarang masih proses pemindahan," kata Rita saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Rabu (16/9/2020).

Pemindahan warga terkonfirmasi yang menjalani isolasi mandiri tersebut dilakukan tim medis yang mengenakan alat perlindungan diri (APD) lengkap.

Ambulans dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Puskesmas, hingga bus sekolah Dishub DKI dikerahkan dalam pemindahan ini.

"Warga Kecamatan Duren Sawit yang melakukan isolasi mandiri ada sekitar 180. Setiap hari kita kirim sekitar 20 orang ke RSD Wisma Atlet dan RS rujukan," ujarnya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Ciracas Sunersi Handayani juga menuturkan jajarannya mulai memindahkan warga terkonfirmasi yang menjalani isolasi mandiri.

Dalam pemindahan yang dilakukan bertahap pihaknya bekerja sama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI).

Sejak 14 September atau saat PSBB kembali berlaku jajaran Puskesmas Kecamatan Ciracas mulai memindahkan warga yang terkonfirmasi.

"Warga Kecamatan Ciracas yang isolasi mandiri ada 40. Sekarang masih proses pemindahan, siang ini ada 11 orang yang dirujuk ke Flat Isolasi Mandiri Kemayoran," tutur Sunersi.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang isolasi mandiri karena dikhawatirkan memicu penularan Covid-19 di keluarga pasien terkonfirmasi.

Pasalnya belum tentu pasien yang terkonfirmasi dapat membatasi kontak langsung dengan anggota keluarga yang tidak terkonfirmasi Covid-19.

Pemerintah Kota Tangerang Tambah Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Neglasari

Kecamatan Matraman Segera Pindahkan Warga yang Isolasi Mandiri di Rumah

Wali Kota Bekasi Larang Isolasi Mandiri Bagi Warga yang Rumahnya Kurang Representatif

Kondisi rumah jadi satu poin penting dalam isolasi mandiri agar pasien terkonfirmasi tak melakukan kontak langsung dengan anggota keluarga lain.

"Bila ada kasus positif yang menolak isolasi di tempat yang telah ditentukan maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan bersama dengan aparat penegak hukum," kata Anies, Minggu (13/9/2020).

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved