Breaking News:

Sekda DKI Saefullah Wafat

Sekda Saefullah Wafat karena Covid-19, Wagub DKI: Sempat Dirawat 10 Hari dan Gunakan Ventilator

Ia bercerita, sebelum meninggal siang tadi sekira pukul 12.55 WIB, kondisi Saefullah terus memburuk.

TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Wagub DKI Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota DKI, Kamis (10/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan kondisi terakhir Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah sebelum meninggal.

Ia bercerita, sebelum meninggal siang tadi sekira pukul 12.55 WIB, kondisi Saefullah terus memburuk.

Bahkan, Ariza, sapaan akrab Riza Patria, menyebut sudah beberapa hari terakhir Saefullah menggunakan alat bantu pernapasan.

"Beberapa hari ini (Sekda Saefullah) sudah menggunakan ventilator. Namun, tadi pukul 12.55 WIB sudah dipanggil Allah," ucapnya, Rabu (16/9/2020).

Wali Kota Jakut Ungkap Alasan Jenazah Sekda DKI Tak Dimakamkan di TPU Khusus Covid-19

Jenazah Sekda DKI Jakarta Saefullah Dibawa ke Kantor Balai Kota DKI

Dinas Kesehatan DKI: Sekda Saefullah Meninggal karena Gagal Napas Akibat Terpapar Covid-19

Kesulitan pernapasan yang dialami Saefullah ini sendiri merupakan akibat terpapar Covid-19.

Kondisi ini semakin diperparah dengan penyakit jantung yang diderita oleh Saefullah.

"Beberapa hari ini ada jantung, serangan jantung. Pak gubernur langsung datangkan alat tercanggih, terbaik yang dimiliki di Rumah Sakit Harapan Kita beberapa hari lalu," ujarnya.

"Memang kondisinya terus menerus menurun dari hari ke hari," sambungnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Widyastuti sendiri menyebut, Saefullah meninggal akibat gagal napas karena terpapar Covid-19.

"Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible pasa ARDS, yaitu infeksi berat pada jaringan paru dan sistem tubuh akibat infeksi Covid-19," ucapnya, Rabu (16/9/2020).

Hal ini pun menyebabkan Saefullah kesulitan bernapas hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya siang tadi.

"Menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki dan tidak bisa terjadi pertukaran oksigen yang memadai," pungkasnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved