Breaking News:

Alwi Shahab Meninggal Dunia

Dedikasikan Hidup Sebagai Wartawan, Alwi Shahab Masih Hasilkan Karya Jurnalistik Saat Sakit 

Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaedi mengatakan melihat langsung semangat dan perjuangan Alwi

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Yusuf Reza Shahab, anak pertama Alwi Shahab dan Syarifah Maryam 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Dedikasikan hidupnya sebagai wartawan, pihak keluarga ungkap perjuangan Alwi Shabab tetap hasilkan karya jurnalistik meskipun sakit.

Sejarawan Betawi sekaligus wartawan senior Republika diketahui tutup usia  pada Kamis (17/9/2020) pagi sekitar pukul 03.00 WIB.

Alwi Shahab meninggal dunia akibat penyakit diabetes yang sudah lama dideritanya.

Meski begitu, anak pertamanya, Yusuf Reza Shahab menuturkan bila sang ayah masih menghasilkan karya jurnalistik walaupun dalam keadaan sulit berjalan.

"Sulit berjalan itu sudah dari empat tahun belakangan. Tapi semangatnya untuk nulis memang tinggi. Sampai akhir hidupnya pun masih menjadi wartawan. Karena tulisan terakhirnya kan dua tahun yang lalu," katanya di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Yusuf menuturkan bila dua bulan lalu sang ayah masih menginginkan menulis soal sejarah Jakarta.

Sayangnya, karena kondisi yang tak memungkinkan, Alwi harus mengurungkan niatannya itu.

"Tapi semangatnya yang memang tinggi itu, dia datang ke kantor ditemani supir dan dituntun sampai ke ruangan. Di sana dia bercerita kemudian diketik oleh karyawan Republika lainnya," lanjut Yusuf.

Hal ini turut dibenarkan oleh Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaedi.

Irfan yang melihat langsung semangat dan perjuangan Alwi mengaku salut.

Pihak Keluarga Kenang Alwi Sebagai Sosok yang Baik, Tanggung Jawab Hingga Tak Pernah Marah 

Wartawan Senior Alwi Shahab Meninggal Dunia karena Sakit Diabetes

PMI Tangsel Bakal Terlibat Terapi Plasma Darah Konvalesen Penanganan Covid-19 di Indonesia

"Jadi kira-kira 1,5 tahun terakhir kan udah engga cukup kuat untuk menuliskan sendiri, sehingga Abah kemudian pada saat datang ke kantor, secara voluntir kita nggak pernah minta,"

"Secara voulentery Abah dateng, ya kita siapkan orang khusus untuk mendengar Abah bercerita. Kemudian dituliskan ulang apa yang Abah ceritakan," tandas Irfan

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved