Antisipasi Virus Corona di Tangsel
PMI Tangsel Bakal Terlibat Terapi Plasma Darah Konvalesen Penanganan Covid-19 di Indonesia
Airin bahkan mengatakan, sudah ada pasien Covid-19 sembuh yang mendonorkan plasma darahnya
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, mengatakan, PMI Tangsel akan terlibat dalam menyuplai plasma darah untuk terapi plasma darah konvalesen demi penanganan Covid-19 di Indonesia.
Airin yang juga menjabat ketua PMI Tangsel, mengatakan, keterlibatan Tangsel merupakan permintaan langsung dari PMI Pusat.
"Plasma darah sekarang kita lagi berkoordinasi dengan pusat. InsyaAllah tangsel juga sedang diasistensi menjadi bagian yang terlibat dalam plasma darah."
"Kami sudah bertemu dengan PMI pusat mereka meminta izin kalau misalnya di Tangsel bisa bagian dari yang bisa digunakan dimanfaatkan plasma darahnya," papar Airin, setelah menghadiri hari ulang tahun (HUT) ke-75 PMI, di Kantor PMI Tangsel, Serpong, Kamis (17/9/2020).
Airin bahkan mengatakan, sudah ada pasien Covid-19 sembuh yang mendonorkan plasma darahnya.
"Sudah ada yang sempat donor dari yang sembuh. sudah ada jadi pasien yang Covid-19 kemaren mendonor dan pasiennya diambil oleh PMI pusat," ujarnya.
Diketahui, terapi plasma darah konvalesen merupakan cara penyembuhan dengan menginjeksi plasma darah penyintas Covid-19 kepada pasien.
• Jokowi Terbitkan Inpres dan Keppres Piala Dunia U-20 2021, Menpora Langsung Bekerja
• Pihak Keluarga Kenang Alwi Sebagai Sosok yang Baik, Tanggung Jawab Hingga Tak Pernah Marah
• Pemkot Tangerang Uji Metode Pengobatan Covid-19 Menggunakan Plasma Darah
Sejumlah peneliti beranggapan, darah pasien Covid-19 yang sembuh, masih mengandung antibodi terhadap Covid-19.
Sehingga, plasma darah yang mengandung antibodi akan melawan virus corona penyebab Covid-19 di tubuh pasien.
Dari informasi yang dihimpun, pemanfaatan plasma darah konvalesen pun sudah atas petunjuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang risetnya juga melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) sebagai koordinator nasionalnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wali-kota-tangsel-airin-rachmi-diany-rompi-pmi.jpg)