Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Langgar PSBB, 5 Restoran di Jakarta Pusat Ditutup Satpol PP

Lima restoran di Jakarta Pusat melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dokumentasi Kecamatan Cilandak
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin (Peci Hitam) didampingi Camat Cilandak, Mundari (tengah) menegur pihak restoran Tebalik Kopi yang kembali melanggar aturan dengan beroperasi setelah sebelumnya ditutup 1 x 24 jam pada Jumat (4/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Lima restoran di Jakarta Pusat melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Alhasil, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat menutup lima restoran tersebut.

Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Bernard Tambunan, menyatakan pelanggaran yang dilakukan mereka yaitu masih melayani pelanggan untuk makan-minum di tempat.

"Ada lima restoran yang ditutup di Jakarta Pusat," kata Bernard, saat dihubungi, Sabtu (26/9/2020).

"Mereka melanggar aturan karena masih melayani pelanggannya untuk makan di tempat," lanjutnya.

Sebaiknya, kata Bernard, pihak restoran di Jakarta wajib mematuhi aturan PSBB ketat.

"Jadi, makanan atau minuman itu kalau beli di restoran wajib dibawa pulang (take away)," tegas Bernard.

"Karena untuk menghindari kerumunan," sambungnya.

Selama PSBB Ketat, Jumlah Pelanggar Prokes Covid-19 di Jakarta Timur Menurun hingga 20 Persen

Pengetatan PSBB Kurang Ampuh Atasi Penyebaran Covid-19, Wagub DKI : Konstribusi Kami Hanya 20 Persen

Penutupan lima restoran ini dilakukan sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menarik rem darurat penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pada 14 September 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menerapkan PSBB ketat.

Warga DKI diimbau belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved