Penumpang Dilecehkan Tenaga Medis

Status Dokter Oknum Tenaga Kesehatan Pemalsu Hasil Rapid Test Bandara Soekarno-Hatta Dipertanyakan

Pasalnya, tersangka EF hingga saat ini hanya menyelesaikan program ko-assisten atau Koas kedokterannya.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Tersangka dokter mesum, EF, berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta di bilangan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara dan sudah mendarat di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (25/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Status dokter oleh oknum tenaga kesehatan mesum pelaku pemerasan dan pemalsuan dokumen rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta masih tanda tanya besar.

Tersangka yang diketahui bernisial EF tersebut sebelumnya viral lantaran melecehkan LHI penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Tak hanya itu, EF juga melakukan pemerasan dan pemalsuan dokumen rapid test sebagai syarat terbang.

Pasalnya, tersangka EF hingga saat ini hanya menyelesaikan program ko-assisten atau Koas kedokterannya.

Namun belum mengikuti Uji Kompetensi Dokter Indonesia atau UKDI.

"Iya yang bersangkutan sudah koas, namun belum mengikuti UKDI," kata Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2020).

Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander Yurikho saat ditemui diruangannya, Selasa (22/9/2020).
Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander Yurikho saat ditemui diruangannya, Selasa (22/9/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Polisi pun sudah berkordinasi langsung dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memperoleh keterangan lebih lanjut. 

Alexander juga mengatakan, penyidik masih menggali keterangan dari pelaku, atas kasus pidana yang disangkakan terhadap dokter lulusan perguruan tinggi di Sumatera Utara itu.

Sementara ini, berdasarkan keterangan tersangka EF, dirinya dipekerjakan PT Kimia Farma Diagnostika di area Bandara Soekarno-Hatta dengan sistem upah berdasarkan jumlah absen masuk.

"Dipekerjakan dengan gaji per shift. Per shift mendapatkan Rp 375 ribu dari perusahaan yang mempekerjakan," beber Alex.

Sebelumnya diberitakan, dugaan pelecehan seksual terhadap penumpang oleh tenaga kesehatan terjadi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Kasus tersebut terlanjur viral di media sosial Twitter saat korban sedang melakukan rapid test yang memang dapat dilakukan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Korban sendiri menceritakan pengalaman pahitnya di akun pribadinya @listongs secara lengkap.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved