Bentrok di Depan TMP Kalibata
Hendak Melerai, Kapolres Jakarta Selatan Nyaris Jadi Sasaran Amukan Massa di Depan TMP Kalibata
Massa peziarah dari Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN) terlibat bentrok dengan para pengunjuk rasa.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
Rombongan peziarah dipimpin mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Rombongan peziarah sempat tidak diperbolehkan memasuki area makam lantaran jumlahnya yang mencapai puluhan orang.
Namun, mengingat saat ini tengah pandemi, tabur bunga hanya dilakukan oleh beberapa perwakilan saja.
Setelah berdiskusi dengan petugas gabungan, peziarah akhirnya diperbolehkan masuk.
Tapi tidak semua peziarah diizinkan masuk guna menghindari kerumunan.
Hanya sekitar 20 sampai 30 orang perwakilan yang diperbolehkan.
Sementara itu, di luar area TMP puluhan orang tengah melakukan aksi unjuk rasa.
Terlihat dua mobil komando berada di depan TMP Kalibata.
Seseorang dari atas mobil komando kemudian berteriak melalui pengeras suara ke arah massa peziarah.
"Kenapa hanya mereka yang diizinkan masuk? Kami juga mau berziarah ke makam pahlawan," teriak salah satu pendemo.
Merasa tak ditanggapi, pendemo tersebut kembali berteriak dari atas mobil komando.
Teriakan itu pun menyulut emosi massa peziarah yang langsung berlari ke arah mobil komando.
Bentrokan pun pecah. Massa peziarah mengejar massa pendemo ke arah Cawang.
Bentrokan itu terjadi selama sekitar 15 menit, setelah petugas kepolisian dan TNI membubarkan massa.
Sekira pukul 16.05 WIB bentrokan pecah di depan TMP Kalibata.
Sementara itu, petugas gabungan di lokasi terus mengimbau massa pengunjuk rasa dan peziarah untuk meninggalkan lokasi.