Kisah Gadis Yatim Piatu Hidupi 4 Adiknya, Banting Tulang Jadi Penggembala Sapi dan Pemungut Kelapa
Demi menafkahi adiknya di masa pandemi Covid-19, seorang gadis di Polewali Mandar, Sulawesi Barat bekerja menjadi penggembala sapi dan kambing warga
Kelima bocah yatim piatu ini memang masih tinggal di rumah peninggalan almarhum orang tuanya.
Kelimanya hanya mendatangi rumah tantenya saat membantu tantenya atau saat hendak makan.
Kelima bocah ini kerap makan apa adanya.
Bahkan kerap makan tanpa lauk pauk.
Maklum, Juna, Tante Saskia juga hidupnya pas pasan dan tergolong keluarga miskin.
Meski ia tergolong tidak mampu, namun karena prihatin dengan kondisi keluarga dan masa depan keponakannya yang kehilangan orangtua yang menjadi panutannya, ia terpaksa ikut bertanggung jawab mengurus ponakannya.
Karena tak punya perabotan dapur di rumahnya, Juna menampung kelima ponakannya itu untuk makan setiap hari.
Di rumahnya yang sederhana inilah kelima bocah ini kerap ikut membantu sang tante memasak atau menggelar bersih-bersih di rumahnya.
“Sejak ayah dan ibunya meninggal mereka ikut saya. Sekarang yang kecil-kecil ini sudah sekolah. Kalau mau makan ya ke rumah saya karena hanya bersebelahan. Di rumahnya itu tidak ada perabotan dapur, jadi makannya di sini,”jelas Juna.
Keluarga kecil Saskia kini tinggal di rumah peninggalan almarhum orangtuanya. Kondisi rumahya memprihatinkan, nyaris tanpa perabot dan alat dapur.
Kondisinya terlihat mulai tidak terurus, sejak kedua orangtua mereka meninggal beberapa tahun lalu.
Bocah yatim piatu ini tampak hanya makan apa adanya. Santapan siangnya hanya makan nasi dan sambal pedas, yang jauh dari standar kesehatan gizi yang layak.
Meski nyaris tak ada lauk pauk, kelima bocah ini tampak tetap lahap dan bersemangat santap siang.
Saskia yang punya cita cita jadi seorang guru ini berharap kelak cita citanya menjadi guru bisa tercapai agar ia bisa menyekolahkan semua adik-adiknya.
Saskia sendiri kerap prihatin akan masa depan pendidikan adik-adiknya.
Maklum, sejak kedua orangtuanya meninggal saat adik-adiknya belum mengerti apa-apa, praktis sumber pendapatan keluarga kecilnya juga terputus
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demi Hidupi 4 Adiknya, Gadis Yatim Piatu Jadi Penggembala Sapi dan Pungut Kelapa"