Korban Pengeroyokan Kelompok Pemabuk di Ciputat Akan Menjalani Operasi Tendon
Putra membutuhkan penanganan operasi tendon. Bagian tendon lengan putra putus akibat tusukan benda tajam.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Lasdo, salah seorang dokter dari Tim medis Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Selatan (Tangsel), mengungkapkan, kondisi Putra (22), korban pengeroyokan di bilangan Jalan AMD, Sawah Lama, Ciputat, Minggu (27/9/2020), sudah mulai membaik.
Putra yang menderita luka menganga di bagian lengannya akibat tusukan benda tajam sudah mendapatkan penanganan medis awal.
Lukanya pun sudah tertutup berkat jahitan situasional tim medis.
"Tapi pasien saat ini stabil, beraktivitas bisa. Tapi menunggu jadwal operasi di masa pandemi ini kita harus lebih renggang kan. Sudah dijahit situasional," ujar Lasdo di RSU Tangsel, Pamulang, Rabu (30/9/2020).
Putra membutuhkan penanganan operasi tendon. Bagian tendon lengan putra putus akibat tusukan benda tajam.
"Luka benda tajam yang memerlukan tindakan khusus, bukan berat. Tapi memerlukan operasi tendon. Tendonnya terputus harus dioperasi. Prepare operasi tendon itu lebih sulit dari pada operasi putus otot. Makanya yang operasi adalah bukan dokter bedah biasa, tapi dokter bedah ortopedi. Itu kan jadwalnya sulit," ujarnya.
• Pemuda Tersangka Aksi Vandalisme Musala di Pasar Kemis Dua Kali Melakukan Pengrusakan
• Cerita Ibunda Baim: 4 Hari Sebelum Meninggal, Putranya Tidur Pulas Hingga Tiba-tiba Kritis
Putra dijadwalkan akan dioperasi besok, Kamis (1/10/2020).
Ketua RT 1 RW 7 Kelurahan Sawah Lama, Nasir Muhamad, mengatakan, Putra dikeroyok sekelompok pemuda sebanyak 15-20 orang.
Sekelompok pemuda itu sedang pesta minuman keras arak macan.
Nasir menduga, luka benda tajam di lengan Putra akibat tusukan beling pecahan botol arak.
"Kayanya pecahan botol itu yang mereka habis minum, belingnya," ujar Nasir.
Nasir menjelaskan, kronologi pengeroyokan bermula saat Putra bersama temannya, melintas naik sepeda motor dari arah Ciputat Baru menuju Gandaria.
Jalan yang tidak terlalu besar itu, ditutup portal setiap malam. Karena terhalang, Putra pun putar balik dan melewati sekelompok remaja yang sedang berkumpul meminum arak macan di gubuk pinggir jalan.
Nasir menduga, terjadi cekcok antara Putra dengan kelompok remaja yang berjumlah belasan orang itu.
Karena di bawah pengaruh alkohol, sekelompok remaja yang diketahui bukan warga setempat itupun naik pitam dan mengeroyok Putra.