Pangdam Jaya Sebut Tabur Bunga Rombongan Gatot Nurmantyo di TMP Kalibata Tidak Diketahui Pepabri
Dudung pun mengajak para purnawirawan agar ikut serta memerangi Covid-19 khususnya di DKI Jakarta dengan segala pengalaman dan juga kemampuan
"Ini kami pertanyakan apakah boleh menggelar aksi demo seperti ini di depan makam pahlawan?" kata seorang anggota Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan (FKPPI) yang enggan menyebutkan nama.
"Dari tadi berjam-jam mereka memprovokasi. Aneh saja, orang mau ziarah ke makam pahlawan kok didemo," imbuhnya.
Beberapa kali para anggota ormas meneriakkan para pemuda itu adalah pendemo bayaran.
Pasalnya, peserta demo yang mengaku sebagai mahasiswa itu justru diikuti remaja belasan tahun.
"Sudah nggak aneh lagi. Lagian mana ada mahasiswa demo orang ziarah?"
Salah satu anggota FKPPI sempat menyampaikan protesnya kepada Komandan Kodim Jakarta Selatan, Kolonel inf Ucu Yustiana.
Protes yang disampaikan terkait aksi demo yang seolah dibiarkan, sementara rombongan peziarah seperti dipersulit bahkan dijaga secara ketat.
Tak lama setelah menyampaikan protes itu, dan urung mendapatkan respon cepat, puluhan orang berpakain FKPPI berjalan cepat ke arah pendemo.
Diikuti orang-orang dari ormas lain.
Pergerakan mereka membuat orator yang sebelumnya berapi-api di atas mobil komando diam dan panik.
Sementara, polisi dan TNI berupaya mencegah massa agar tidak mendekat ke arah pendemo.
Namun, situasi sempat tidak terkendali.
Para pendemo dengan cepat memutar mobil ke arah Cililitan.
Namun, ada mobil pendemo terlanjur terjebak massa. Massa pun mencoba menyerang puluhan pendemo yang ada di dalam mikrolet tersebut.
Wajah-wajah pendemo berusia remaja itu panik.
Sementara anggota TNI dan polisi terus mencoba menghalau massa.
Saat massa dicegah TNI, remaja yang ada di dalam mikrolet kabur tunggang langgang ke arah Cililitan.
Sementara, mikrolet yang mereka gunakan mengalami sejumlah kerusakan.
Kedatangan Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo bersama para rekannya yang tergabung dalam Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara ke Taman Makam Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan pada Rabu (30/9) adalah untuk melakukan tabur bunga dan doa bersama untuk pahlawan revolusi.