Breaking News:

Antidipasi Virus Corona di DKI

Dishub DKI: Volume Kendaraan di Jakarta Menurun saat PSBB Diperketat

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan volume kendaraan bermotor menurun 10,17 persen.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga beraktivitas di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2020). Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan virus corona (Covid-19). Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/239/2020. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Volume kendaraan di Jakarta menurun sejak 14 September hingga 4 Oktober 2020.

Pada tanggal itu pula Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan volume kendaraan bermotor menurun 10,17 persen.

"Volume kendaraan bermotor, rata-rata volume kendaraan per hari mengalami penurunan sebesar 10,17 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB masa transisi," kata Syafrin, saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2020).

Aktivitas masyarakat yang menggunakan sepeda pun menurun 45,70 persen.

"Volume sepeda rata-rata per hari mengalami penurunan sebesar 45,70 per hari dibandingkan saat pemberlakuan PSBB masa transisi," tutur Syafrin.

Beredar Surat Pembatalan Aksi Mogok Nasional, KSPI: Hoaks

Update TC Timnas U-19 Indonesia di Kroasia: Latihan Berat Menanti Pemain

BPBD Kota Tangerang Distribusikan Ratusan Ribu Masker Kain di Zona Merah Covid-19

Volume angkutan kota angkot juga menurun 19,22 persen.

"Rata-rata jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan 613.669 per hari," ucap Syafrin.

"Mengalami penurunan 19,22 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB masa transisi (759.726 penumpang per hari)," sambungnya.

Dia melanjutkan, volume angkutan antarkota dan antarprovinsi (AKAP) pun menurun 29,41 persen.

"Rata-rata jumlah penumpang harian angkutan AKAP 4.318 penumpang per hari," tutur Syafrin.

"Mengalami penurunan sebesar 29,41 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB masa transisi (6.117 penumpang per hari)," tutup dia.

Diketahui, PSBB ketat diterapkan hingga 11 Oktober 2020.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved