Breaking News:

Demo Buruh Tolak Omnibus Law

Mahasiswa UIN Jakarta Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Depan Kampus, Bakar Suar Hingga Teaterikal

Pengesahan Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja, membuat para mahasiswa itu kembali ke jalan, walaupun perkuliahan masih dilakukan secara online

Dokumentasi Ciputat Memanggil
Mahasiwa UIN Jakarta berunjuk rasa tolak pengesahan UU Cipta Kerja, di Ciputat, Selasa (6/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Sekira 150 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, keluar dari rumah dan turun ke Jalan Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) depan kampusnya sendiri untuk berunjuk rasa, Selasa (6/10/2020).

Pengesahan Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja, membuat para mahasiswa itu kembali ke jalan, walaupun perkuliahan masih dilakukan secara online dari rumah.

Ratusan mahasiswa yang menamakan aksinya "Ciputat Menggugat" itu menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja yang dinilai banyak merugikan masyarakat luas itu.

"Sebenarnya sih tetap di gagasan kita awal ya, tetap menolak pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja," ujar Rausyan Fikry M, Jubir Ciputat Menggugat kepada TribunJakarta.com.

Rausyan mengatakan, dirinya dan mahasiswa lain sangat mengkhawatirkan sikap pemerintah dan DPR yang memaksakan UU Cipta Kerja.

Menurutnya, banyak hal yang perlu diurusi karena lebih genting, seperti penanggulangan Covid-19 dan resesi ekonomi.

"Ya sangat mengkhawatirkan ya. Pandemi selama enam bulan kita lalui, kita adanya juga ancaman resesi ekonomi, masyarakat panas, masyarakat geram," ujarnya.

Yang ditakutkan, peristiwa 98 akan kembali terulang menyusul ketidakpuasan masyarakat dengan pemimpinnya.

Kendatipun begitu, mahasiswa Ciputat Menggugat masih mencari jalan alternatif untuk menyukseskan aspirasi tanpa perlu terjadi kekerasan atau represi berlebihan.

"Yang kami takutkan akan terjadi seperti 98. Tapi kami menghalau, bagaimanapun dengan cara yang lebih baik lebih kondusif bagaimana Omnibus Law ini bisa kita gagalkan," ujarnya.

Mahasiwa UIN Jakarta berunjuk rasa tolak pengesahan UU Cipta Kerja, di Ciputat, Selasa (6/10/2020).
Mahasiwa UIN Jakarta berunjuk rasa tolak pengesahan UU Cipta Kerja, di Ciputat, Selasa (6/10/2020). ((Dokumentasi Ciputat Menggugat))

Ratusan mahasiwa itu membakar suar sehingga membuat langit lebih berwarna, sambil memekikkan yel-yel protes atas sikap pemerintah dan wakil rakyat itu.

Mereka juga sempat menggelar aksi teaterikal dengan memparodikan anggota DPR yang kerap tidur saat sidang.

Gabungan mahasiswa UIN Jakarta itupun masih berkonsolidasi untuk terus menyuarakan aspirasi namun tetap aman dari kerumunan dan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Pengesahan UU Cipta Kerja, Presiden KSPI : Buruh Merasa Dikhianati

"Memang karena lagi pandemi, kita masih konsolidasikan lagi dengan kawan-kawan organisasi lainnya, tetap kita terus menyuarakan penolakan. Pun kita akan turun ke jalan, tapi memang kita masih memikirkan aspek keamanan. Karena kan memang yang kemarin telegram yang dikeluarkan Polri, aparat akan lebih represif kepada kawan-kawan. Jadi kita masih memikirkan aspek keselamatan," ujarnya.

Dinilai Rugikan Buruh, Begini Aturan Upah Minimum Pekerja di Omnibus Law UU Cipta Kerja

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Elga H Putra
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved