Ngaku Sepi Orderan Selama Pandemi, Penjahit Nekat Alif Profesi Jadi Pencuri Motor

Aksi keduanya terhenti di tangan aparat Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat usai aksinya sewaktu menggasak motor di sebuah indekos terekam CCTV.

Penulis: Elga H Putra | Editor: Elga H Putra
Dok. Polres Jakarta Barat
Dua penjahit yang jadi pencuri motor saat digiring di Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (12/10/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Mengaku omzetnya menurun drastis selama pandemi Covid-19, dua penjahit berinisial UN (27) JN (28) nekat alif profesi jadi pencuri motor.

Aksi keduanya terhenti di tangan aparat Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat usai aksinya sewaktu menggasak motor di sebuah indekos terekam CCTV dan tersebar di media sosial.

Wakapolsek Tanjung Duren AKP Tribuana Roseno mengatakan kedua pelaku diamankan di sebuah kos kosan di kawasan Tanjung Duren Jakarta Barat.

Tersangka JN bahkan terpaksa di tembak di bagian kaki kiri lantaran berusaha menyerang terhadap petugas.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil amankan tiga sepeda motor matic tanpa surat lengkap yang duga hasil curian.

Selain itu, dari indekost pelaku juga ditemukan adanya enam mata kunci letter T yang biasa digunakan mereka untuk melancarkan aksinya.

Seno menjelaskan berdasarkan proses penyelidikan diketahui kedua pelaku telah menjual 5 sepeda motor matik hasil curiannya.

Adapun uang hasil kejahatan dipakai untuk kebutuhan sehari hari lantaran tidak ada penghasilan lain.

“Ada 5 motor yang sudah di jual kedua pelaku dengan harga yang cukup murah,” katanya saat merilis kasus tersebut di Mapolsek Tanjung Duren, Senin (12/10/2020).

Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku saling berbagi peran.

Satu pelaku beraksi sebagai eksekutor dan rekannya memantau situasi di lokasi.

Polisi saat menunjukan barang bukti dari dua penjahit yang beralih jadi pencuri motor, Senin (12/10/2020).
Polisi saat menunjukan barang bukti dari dua penjahit yang beralih jadi pencuri motor, Senin (12/10/2020). (Dok. Polres Jakarta Barat)

“Tiap tiap lokaki kejadian kedua pelaku sering bergantian peran, artinya keduanya mempunyai keahlian untuk melakuan pencurian” ujar Seno.

Atas perbuatannya kedua pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 Tahun penjara.

Baca juga: Covid-19 di Kota Bekasi Tembus 4.917 Orang, Kasus Aktif Hingga Hari Ini Sebanyak 739 Pasien

Baca juga: Diduga Terlibat Sindikat Narkoba, Adik Kandung Pasha Ungu Ditangkap BNN

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved