Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

Kapolsek Pulogadung Bakal Temui Rektor Minta Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Tak Demo

Kapolsek Pulogadung Kompol Beddy Suwendi berencana menemui pihak Universitas Ibnu Chaldun guna mencegah demo lanjutan menolak UU Cipta Kerja

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kapolsek Pulogadung Kompol Beddy Suwendi saat memberi keterangan di Jakarta Timur, Kamis (15/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Kapolsek Pulogadung Kompol Beddy Suwendi berencana menemui pihak Universitas Ibnu Chaldun guna mencegah demo lanjutan menolak UU Cipta Kerja.

Langkah ini diambil usai sejumlah mahasiswa Ibnu Chaldun melakukan aksi demo dengan cara menutup Jalan Raya Pemuda pada Kamis (15/10/2020).

"Besok pagi kita akan menyampaikan bahwa aksi mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun ini sudah mengganggu ketertiban dan arus lalu lintas," kata Beddy di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2020).

Tujuannya agar pada Jumat (16/10/2020) mahasiswa tidak kembali melakukan aksi demo disertai penutupan Jalan Raya Pemuda seperti hari ini.

Akibat aksi penutupan Jalan Raya Pemuda yang berlangsung dari sekira pukul 16.20 WIB hingga 16.40 WIB pihaknya banyak menerima keluhan warga.

"Kita akan menemui Rektor dan perwakilan mahasiswa untuk membicarakan masalah ini. Karena kita menerima banyak keluhan dari masyarakat, kemacetan akibat penutupan jalan," ujarnya.

Baca juga: Periksa 8 Gedung di Jatinegara, Satpol PP Dapati Satu Gedung dengan Sumber Resapan Tak Layak

Baca juga: Polri: Tersangka Penghasutan Demo Omnibus Law Kumpulkan Uang Logistik Lewat WAG

Menurutnya Polsek Pulogadung dan Satlantas Polrestro Jakarta Timur sudah memberi kelonggaran kepada mahasiswa untuk menyampaikan pendapat.

Beddy menuturkan jajarannya tidak langsung membubarkan massa saat melalukan aki unjuk rasa hingga memblokade akses Jalan Raya Pemuda.

"Karena aksi hari ini tidak ada izinnya, baik Polsek, Polres (Jakarta Timur), dan Polda (Metro Jaya) tidak menerima adanya pemberitahuan. Tapi tetap tadi kita tidak langsung bubarkan mereka," tuturnya.

Dia menyebut penutupan Jalan Raya Pemuda yang dilakukan mahasiswa dengan cara berdiri di tengah jalan dibuka lewat proses negosiasi bertahap.

Saat awal negosiasi mahasiswa bersedia membuka satu dari tiga lajur yang ditutup, butuh sekitar 15 menit negosiasi sampai akhirnya jalan dibuka penuh.

"Tadi juga mereka sempat melakukan aksi bakar ban tidak kita halangi, walaupun aksi tersebut merusak fasilitas umum. Aspal jalan ini kan rusak karena pembakaran ban," lanjut Beddy.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved