Demo Tolak UU Cipta Kerja

Belum Ada Pergerakan Massa Dari Depok, Polisi Sekat Tiga Titik

Ramai diwartakan sebelumnya, aksi unjuk rasa kali ini akan didominasi oleh mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI di Istana Merdeka

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Elga H Putra
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Andi M Indra Waspada, saat dijumpai wartawan di Porles Metro Depok, Jumat (16/10/2020). 

Namun, ia enggan menyebutkan tamu dan menteri yang akan bertemu Jokowi karena agendanya bersifat internal.

"Agendanya intern, tapi kerja, ada menerima beberapa tamu dan menteri," kata Heru.

Sementara itu, Koordinator Pusat BEM SI, Remy Hastian mengatakan pihaknyaa tetap mendesak Presiden untuk mengeluarkan Perppu untuk mencabut Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan.

UU itu mendapat sorotan karena memuat aturan yang bisa merugikan pekerja hingga merusak lingkungan.

Tak hanya hari ini, saat BEM SI menggelar aksi pada 8 Oktober lalu yang berakhir ricuh, Jokowi juga tak berada di Istana Negara.

Baca juga: Man City Vs Arsenal: Modal Positif Meriam London

Saat itu, Presiden Jokowi lebih memilih melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Timur.

Jokowi baru memberi tanggapan soal aksi unjuk rasa keesokan harinya.

Kepala Negara menyebut aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja disebabkan oleh hoaks dan disinformasi.

Ia juga meminta pihak yang keberatan dengan UU itu menggugat ke Mahkamah Konstitusi.

Dijaga 8.000 Personel Polisi

Kabagops Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Wiraga Dimas Tama, mengatakan sebanyak 8.000 personel kepolisian siap berjaga-jaga saat unjuk rasa berlangsung di sekitar Istana Merdeka.

"Gabungan dari seluruh wilayah, TNI-Polri dan lainnya, total ada 8.000 personel bertugas hari ini untuk mengamankan unjuk rasa BEM SI," kata Wiraga, saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2020).

Situasi terkini di Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (16/10/2020).
Situasi terkini di Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (16/10/2020). (Tribun Jakarta/Pebby Ade Liana)

Terkhusus dari Polres Metro Jakarta Pusat, lanjutnya, 300 personel polisi disiapkan membantu mengamankan unjuk rasa tersebut.

"Kalau dari Polres Metro Jakarta Pusat ada 300 personel," jelas Wiraga.

Diketahui, ribuan mahasiswa dari BEM SI akan berunjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja, di depan Istana Merdeka Jakarta Pusat.

Wiraga menambahkan, aksi unjuk rasa BEM SI diminta tertib dan mematuhi protokol Covid-19.

"Kami harapkan begitu karena ini masih pandemi. Tapi hak menyampaikan pendapat, ya silakan saja asal sesuai aturan," ucap Wiraga.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved