Jakarta Aquarium Dibuka Kembali pada 23 Oktober 2020

kedepannya Jakarta Aquarium juga akan memaksimalkan sistem online agar lebih memudahkan pengunjung saat melakukan pemesanan tiket

Tayang:
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Aksi putri duyung menari di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mal, Jakarta Barat. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sejumlah tempat wisata sudah mulai diizinkan buka dengan beberapa ketentuan semenjak diberlakukannya kembali PSBB Transisi di wilayah DKI Jakarta.

Seperti Taman Marga Satwa Ragunan, Ancol Taman Impian, Museum, dan beberapa tempat wisata lainnya.

Berbeda dengan itu, akuarium indoor yang ada di Neo Soho Mal yakni Jakarta Aquarium memilih masih menutup sementara operasional hingga pekan ini.

Head of Social, Branding, dan Communication Jakarta Aquarium, Fira Basuki menjelaskan, Jakarta Aquarium akan dibuka kembali untuk pengunjung tanggal 23 Oktober mendatang.

"Kami harus mempersiapkan keamanan dan kenyamananan pengunjung. Jadi untuk dibuka kembali, banyak yang harus kami siapkan," kata Fira pada TribunJakarta.com.

Sebagai kawasan konservasi, Jakarta Aquarium memiliki sekitar lebih dari 3000 spesies satwa.

Tak hanya satwa akuatik saja. Melainkan, adapula beberapa satwa non akuatik khas Indonesia seperti binturong, juga walabi.

Untuk melakukan operasional kembali, kata Fira pihak pengelola Jakarta Aquarium perlu melakukan berbagai persiapan.

Persiapan tersebut terkait dengan keamanan dan kenyamanan pengunjung saat berada di dalam area Jakarta Aquarium.

Ia menyebutkan bahwa kedepannya Jakarta Aquarium juga akan memaksimalkan sistem online agar lebih memudahkan pengunjung saat melakukan pemesanan tiket.

"So far kami mengikuti instruksi pemerintah. Kalau kedepannya ada perubahan, kami tentu mengikuti pemerintah," kata Fira.

"Kami harus mempersiapkan keamanan dan kenyamananan pengunjung. Jadi kami menggunakan sistem online untuk memastikan Anda semuanya tetap aman. Protokol kesehatannya kamu perketat," ungkapnya.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Raih 9 Penghargaan di Ajang Public Relations Indonesia Awards

Baca juga: Alasan Puluhan Sekuriti Gerebek Rumah di Greenlake City, Awalnya Penghuni Ditegur Kebanyakan Mobil

Baca juga: Balai-balai Rehabilitasi Sosial Sediakan Alat Bantu untuk Penyandang Disabilitas

Baca juga: Nama Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali Dicatut di Facebook

Perawatan Saat Ditutup

Beberapa waktu lalu, TribunJakarta.com sempat menengok para satwa di Jakarta Aquarium saat ditutup dari kunjungan publik.

Meski tak dibuka untuk umum, namun kegiatan pemeliharaan masih terus berjalan.

Apalagi, ada lebih dari 3000 spesies satwa di kawasan konservasi ini.

"Keadaan pemeliharaan tetap terus berlanjut seperti dengan keadaan normal. Bahkan beberapa memerlukan perhatian khusus dalam arti beberapa satwa membutuhkan karantina khusus," kata Head of Social, Branding, dan Communication Jakarta Aquarium, Fira Basuki, Selasa (15/9/2020).

Fira memastikan bahwa tak ada yang berubah dengan pemeliharaan para satwa baik dalam kondisi normal atau saat PSBB ini.

Mulai dari kuantitas dan kualitas makannya, nutrisinya, bahkan hingga perawatannya.

Namun hal ini lah yang nyatanya menjadi tantangan sulit bagi pengelola Jakarta Aquarium.

Memiliki lebih dari 3000 spesies hewan, tentu membutuhkan budget yang tidak sedikit dalam hal perawatannya.

Belum lagi dengan biaya listrik, lampu, AC, dan segala regulator air yang harus dibiarkan tetap menyala demi kelangsungan hidup hewan.

Semuanya, tetap harus berjalan ditengah tidak adanya pemasukan akibat penutupan sementara.

"Semua sistem kami tetap nyala. Memang, beberapa jenis satwa butuh perhatian khusus. Salah satunya ubur-ubur. Biaya kita dengan 50 persen saja, kurang lebih masih Rp 3 Miliar, itu untuk semuanya," imbuhnya.

Sejumlah satwa, tampak membutuhkan perawatan khusus ketika TribunJakarta.com berkesempatan berkunjung ke lokasi.

Akuarium yang biasanya penuh diisi oleh satwa-satwa, kini ada beberapa diantaranya yang kosong dan gelap.

Namun, sebagian diantaranya tetap terlihat seperti biasanya.

Satwa yang tidak berada di tempatnya, rupanya membutuhkan karantina khusus saat tak ada kunjungan publik. Seperti ubur-ubur, juga burung macaw.

"Semua dilihat dari kondisi para satwa, karena mereka juga bisa stres. Tidak hanya manusia saja, hewan pun juga bisa stres," kata Fira.

Untuk makanan satwa, dalam sehari Jakarta Aquarium membutuhkan lebih dari 30 kilo makanan untuk memastikan satwa tetap dalam kondisi sehat.

Makanan tersebut terdiri dari daging ikan segar, udang segar, pelet, bahkan hingga buah-buahan.

Selain itu tindakan filterisasi juga rutin dilakukan untuk memastikan kualitas air tetap terjaga dengan baik.

Pengelola Jakarta Aquarium memilih jalan donasi untuk kelangsungan hidup satwa di masa PSBB kali ini.

Dengan menggandeng para selebriti tanah air, Jakarta Aquarium mengajak semua pihak untuk menjadi 'Animal Hero' dalam membantu menjaga kelangsungan hidup para satwa selama tutup dari kunjungan publik.

Beberapa selebriti yang telah berperan menjadi Animal Hero diantaranya adalah Vina Panduwinata, Aura Kasih, juga Asty Ananta.

"Jakarta Aquarium juga memohon bantuan pemerintah dan para donatur agar membantu dengan seikhlasnya untuk keberlangsungan hidup satwa. Terutama, kami juga memiliki satwa khas Indonesia yang kelestariannya harus kami jaga," ujar Fira.

Melalui sosial medianya, Jakarta Aquarium mengumumkan telah membuka jalur donasi untuk keberlangsungan hidup para satwa.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved