Buronan Cai Changpan Gantung Diri

Cai Changpan Tewas Gantung Diri di Gudang Pembakaran Ban yang Pernah Dimilikinya

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menyebut Cai Changpan pernah menjadi pemilik gudang pembakaran ban tersebut.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Konferensi pers terkait penemuan jenazah terpidana mati asal China Cai Changpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Terpidana mati asal China Cai Changpan yang kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang ditemukan dalam kondisi tewas tergantung di gudang pembakaran ban di Desa Koleang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2020).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menyebut Cai Changpan pernah menjadi pemilik gudang pembakaran ban tersebut.

"Jadi lokasi pembakaran ban ini milik Ibu Suni. Ibu Suni mengambil tempat tersebut tahun 2010, membeli dari saudara Cai Changpan. Jadi awalnya milik saudara Cai Changpan," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/10/2020).

Polisi berhasil menemukan keberadaan Cai Changpan setelah mendapat informasi dari warga.

Nana mengungkapkan, beberapa warga mengaku melihat pria mencurigakan yang kerap menginap di gudang pembakaran ban tersebut.

"Di sekitar tempat pembakaran ban kalau malam hari itu ada seseorang mencurigakan, menginap di lokasi tersebut. Informasi itu kami dapat tanggal 16 Oktober, tanggal 17 Oktober kami lakukan upaya penggeledahan dan ditemukan terpidana mati gantung diri di lokasi," ujar dia.

Pengejaran Cai Changpan berlangsung selama lebih dari satu bulan sejak 14 September hingga 17 Oktober 2020.

"Pengejaran yang memakan waktu kurang lebih satu bulan dari 14 September, dia lari sampai dengan tanggal 17 Oktober, memang ada beberapa hambatan yang kami rasakan," kata Nana.

Salah satu hambatannya, jelas Nana, Cai Changpan sudah memahami geografis Hutan Tenjo, tempat dia melarikan diri.

"Saudara terpidana mempunyai istri yang tinggal di daerah Tenjo dan tinggal di sana cukup lama yaitu mulai tahun 2003. Jadi sudah hampir 17 tahun," ujar dia.

"Jadi secara karakteristik geografis sudah sangat menguasai wilayah Tenjo, demikian juga dengan Hutan Tenjo tersebut," sambungnya.

Baca juga: Satu Bulan Bersembunyi hingga Ditemukan Tewas, Cai Changpan Kuasai Geografis Hutan Tenjo

Baca juga: Penjualan PlayStation Meningkat saat Pandemi Covid-19

Selain itu, Cai Changpan diketahui memiliki hobi berburu yang membuatnya semakin mengenal karakteristik Hutan Tenjo.

"Terpidana ini mempunyai hobi berburu. Jadi dia sering keluar masuk hutan tersebut," tutur Nana.

Nana mengatakan Cai Changpan diduga dalam kondisi terdesak sebelum bunuh diri.

"Dia mungkin merasa terdesak dengan adanya anggota kami tim khusus gabungan ini yang terus menyusuri beberapa lokasi di hutan Tenjo," kata Nana.

"Sehingga yang bersangkutan merasa bahwa tempat dia untuk berlindung sulit, ada kesulitan karena anggota kami terus mobile," tambahnya.

Nana menjelaskan, tim khusus gabungan melakukan pencarian selama sekitar satu bulan sejak Cai Changpan labur pada 14 September 2020.

Sebanyak 291 personel gabungan dikerahkan dalam pencarian pria berusia 53 tahun tersebut.

Cai Changpan melarikan diri dari selnya di Lapas Kelas 1 Tangerang pada 14 September 2020 sekitar pukul 02.00.

Ia kabur dengan cara menggali lubang selebar dua meter dan kedalaman 30 meter selama delapan bulan.

Dalam pelariannya, Cai Changpan dibantu dua oknum petugas lapas yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved