Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

Penggerak Pelajar Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja Terindentifikasi, Kapolda: Kita Kejar

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menyebut para pelajar diajak berunjuk rasa hingga berujung kerusuhan oleh oknum tidak bertanggung jawab

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Puluhan pelajar yang hendak demo di DPR diamankan polisi dan dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polda Metro Jaya mengklaim telah mengidentifikasi dalang yang menggerakkan para pelajar untuk mengikuti demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menyebut para pelajar diajak berunjuk rasa hingga berujung kerusuhan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Ada beberapa penggerak pelajar yang sudah kami identifikasi dan terus kita lakukan penyelidikan," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2020).

Nana memastikan polisi akan terus melakukan pengejaran terhadap oknum yang menggerakkan para pelajar.

"Kemarin banyak pelajar yang ikut aksi, kita kejar penggeraknya," ujar dia.

Polda Metro Jaya telah menetapkan 131 orang pendemo Omnibus Law UU Cipta Kerja sebagai tersangka.

Total tersangka bertambah dari sebelumnya yang berjumlah 54 orang.

"Sampai saat ini Polda Metro Jaya telah menetapkan 131 orang sebagai tersangka," ungkap Nana.

Baca juga: Pelaku Tawuran di Johar Baru Bawa Sabu 18,61 Gram, Begini Nasibnya Sekarang

Baca juga: Sejarah Hari Ini: Greg Nwokolo Sumbang Tiga Gol saat Persija Menang Telak Atas PKT

Baca juga: Polda Metro Jaya Tetapkan 131 Pendemo Tolak UU Cipta Kerja Sebagai Tersangka

Nana menyebut 131 orang tersebut diduga melakukan fasilitas publik, pos polisi, hingga melakukan pengeroyokan terhadap aparat.

"Ini terkait perusakan Gedung ESDM, perusakan mobil di Pejompongan, vandalisme, kasus ambulans di Cikini, kerusuhan di Tugu Tani, serta penganiayaan anggota Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Kota," tutur dia.

Dari 131 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, 69 di antaranya telah dilakukan penahanan.

"Dari sekian tersangka, paling banyak adalah pelajar. Ada juga mahasiswa, kemudian pengangguran, dan kelompok Anarko," jelas Nana.

131 tersangka tersebut dijerat Pasal 212 KUHP, Pasal 218 KUHP, Pasal 170 KUHP, dan Pasal 406 KUHP.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved