Buronan Cai Changpan Gantung Diri

Tewas Bunuh Diri, Cai Changpan Diduga Merasa Terdesak Saat Dikepung Polisi

Polisi menduga, buronan terpidana mati Cai Changpan nekat gantung diri lantaran terdesak oleh anggota polisi yang terus memburunya.

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Konferensi pers terkait penemuan jenazah terpidana mati asal China Cai Changpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2020). 

Narapidana yang divonis mati pada 2017 silam terdeteksi berada di kediaman istrinya di kawasan Tenjo, Bogor.

"Jadi berdasarkan keterangan tukang ojek, dia mengantarkan sampai ke Tenjo. Saat kita datangi dia sudah tidak di rumah itu," ucap Pratomo saat dihubungi, Senin (19/10/2020).

Kemudian pada 22 September 2020, Satnarkoba Polres Metro Tangerang mulai menyisir Hutan Tenjo.

Hal itu, berdasarkan pengakuan warga sekitar yang melihat sosok seperti Cai Changpan.

"Warga sebenarnya sudah pada tahu kalau ada buronan saat itu. Kita mendapat informasi pelariannya ke arah hutan (Hutan Tenjo). Saat pencarian banyak masyarakat melihat orang mencurigakan berada di dalam hutan sendirian," ungkap Pratomo.

Ia pun mengeluhkan Hutan Tenjo yang begitu luas sempat menyulitkan pihaknya mencari Cai Changpan dengan personel terbatas.

Hingga akhirnya smepat didatangkan bantuan personel dari Polda Metro Jaya, sebanyak 60 personel.

"Tanggal 23 datang bantuan 60 personel dari Polda. Semakin kita sisir, semakin luas dan tanggal 4 Oktober diperbantukan 98 personel Brimob, empat anjing K9 dan tujuh pawangnya," jelas Pratomo.

Pencarian yang melelahkan semakin menemukan titik terang.

Dari informasi yang terkumpul, ada petunjuk kalau Cai Changpan bersembunyi di pabrik pengolayan limbah ban di bilangan Desa Koleang, Kecamatan Jasinga.

Informasi itu pun benar, sayang, Cai Changpan ditemukan dalam kondisi tergantung di area pabrik.

"Tertangkapnya di hutan sebelah hutan Tenjo, di Desa Koleang, Kecamatan Jasinga. Kalau perkiraan sekitar delapan kilometer dari titik ujung Hutan Tenjo," ucap Pratomo.

Sekilas Sosok Cai Changpan

Changpan mengaku hanya disuruh menyimpan mesin kompresor kiriman dari luar negeri yang ternyata berisi sabu.

Untuk setiap koligram sabu, Changpan mendapat keuntungan Rp 4 juta.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved