Breaking News:

Rocky Gerung Blak-blakan Beri Nilai A Minus untuk SatuTahun Jokowi, Najwa Kaget Saat Tahu Maknanya

Akademisi Rocky Gerung memberikan penilaian A- minus untuk kinerja satu tahun periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kompas.com/Sherly Puspita
Rocky Gerung 

"Lihat variabel dan subdetailnya supaya dapat perspektif lebih luas. Terdapat beberapa survey yang memperlihatkan public trust Jokowi naik di beberapa bulan terakhir," aku Dany.

Dany menegaskan, komunikasi publik belum terintegrasi di awal pandemi covid-19, namun saat ini telah terstruktur untuk menyelesaikan permasalahan.

"Jadi kita perbaiki hari per hari supaya public trustnya lebih baik," beber Dany Amrul Ichdan.

Baca juga: Disebut Punya Kepentingan di Balik Pilkada 2020 Tetap Digelar, Maruf Amin: Tak Perlu Dipusingkan

Kepuasan Publik di Bawah 50 Persen, Saatnya Jokowi Reshuffle Kabinet?

Satu tahun sudah usia pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sejak dilantik pada 20 Oktober 2019 lalu.

Sejumlah catatan dan evaluasi pun telah disampaikan berbagai pihak. Mulai dari aktivis, akademisi, politisi hingga pejabat pemerintah.

Hasil survei Litbang Kompas yang dilansir, Selasa (20/102020) kemarin, menunjukkan sebesar 46,3 persen responden merasa tidak puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin selama satu tahun terakhir.

Isu reshuffle kembali berembus karena beberapa menteri pembantu presiden Jokowi dinilai tidak maksimal bekerja.

Isu perombakan kabinet sebelumnya juga pernah mengemuka saat kabinet pemerintahan Jokowi baru berjalan tiga bulan.

Namun saat itu, Jokowi tidak melakukan perombakan kabinet pemerintahannya. Kini setahun telah berlalu, apa presiden bakal mengocok ulang susunan kabinetnya?

Kemarin, Selasa (21/10/2020), Peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisah Putri Budiarti telah menyampaikan evaluasinya tehadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI Aisah Putri Budiarti menyoroti buruknya koordinasi di tingkat menteri Kabinet Indonesia Maju dalam satu tahun ini.

Aisah pun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan evaluasi terhadap jajaran pembantunya di tingkat eksekutif.

"Kalau diperlukan reshuffle itu wajar dan sah-sah saja, justru perlu dilakukan jika tidak memiliki kapasitas yang memumpuni," papar Aisah dalam diskusi online, Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved