Breaking News:

Pemkot Jakarta Timur Kerahkan Alat Berat Bongkar Pemancingan Liar di Cipinang Melayu

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan pembongkaran sebagai tindak lanjut setelah dua pemancingan liar ditutup pada Rabu (21/10/2020).

Dokumentasi Kelurahan Cipinang Melayu
Jajaran Kelurahan Cipinang Melayu saat melakukan pembongkaran pemancingan liar yang menggunakan aliran Kali Sunter di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (21/10/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Satu unit ekskavator dikerahkan membongkar bendungan tanah di pemancingan liar di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan pembongkaran sebagai tindak lanjut setelah dua pemancingan liar ditutup pada Rabu (21/10/2020).

"Alat berat yang dikerahkan dari Dinas Sumber Daya Air. Panjang bendungan yang dibongkar kurang lebih 100 meter, lebar bendungan variatif. Paling lebar sekitar 8 meter," kata Agus saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (26/10/2020).

Bendungan tersebut sebelumnya dibuat dua pengelola tempat pemancingan liar yang menyerobot aliran Kali Sunter di wilayah RT 04 dan RT 09/RW 09.

Keberadaan dua pemancingan liar dengan luas sekitar 3 ribu meter persegi itu mengurangi daya tampung Kali Sunter karena menyerobot aliran.

"Untuk target pembongkaran secepatnya selesai dalam minggu ini. Setelah pembongkaran bendungan aliran Kali Sunter semakin lebar dan mencegah debit air agar tidak meluap," ujarnya.

Baca juga: Kronologi Anggota Marinir Dijambret saat Bersepeda di Jalan Medan Merdeka Barat

Baca juga: Jalan Raya Jambore Kembali Tergenang Setinggi 40 Sentimeter

Agus menuturkan upaya lain yang dilakukan dalam penanganan banjir luapan Kali Sunter yang masih berjalan yakni proyek normalisasi.

Lalu pembuatan sodetan dari aliran Kali Sunter ke Waduk TIU dan Waduk Pondok Ranggon di Kecamatan Cipayung guna mengurangi debit air.

Di Kelurahan Cipinang Melayu, permukiman warga yang kerap terdampak banjir luapan Kali Sunter di antaranya permukiman warga RW 03 dan RW 04.

Pada banjir awal tahun 2020 lalu ketinggian air yang merendam dua permukiman warga tersebut mencapai sekitar tiga meter.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved