Pembunuhan PSK di Bekasi
Polisi Duga Ada Motif Lain Dibalik Pembunuhan PSK di Indekos Haji Jamal Bekasi
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, proses pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan sejak kasus ini terungkap
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Keduanya diketahui kenal melalui aplikasi MiChat, setelah sepakat BO (Booking Online) dengan harga Rp450 ribu sekali main.
Wakpolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, jasad korban ditemukan bersimbah darah dengan luka tusuk di bagian leher dan perut.
"Korban setelah melakukan hubungan intim lalu bersih-bersih, selanjutnya ketika korban lengah dia langsung melakukan aksinya, dibunuh pakai pisau," kata Alfian, Senin, (26/10/2020).
Alfian menjelaskan, korban ketika diserang sempat melawan dengan cara mengigit tangan pelaku yang membekap badannya dari belakang.
Namun, pelaku langsung mendorong badan korban hingga terjatuh ke lantai dan langsung menusuk bagian leher dan perut korban.
"Korban sempat melawan tapi pelaku terus menyerang bahkan menusuk korban menggunakan pisau yang sudah disiapkan," ucap Alfian.
Setelah melihat korban tidak berdaya, pelaku langsung mencari dompet untuk mengambil uang milik korban.
Tetapi karena panik, niat pelaku untuk mengambil dompet urung terlaksana. Ia justru kabur meninggalkan korban yang sudah bersimbah darah di dalam kamar kos.
"Pelaku mematikan lampu kamar dan mengunci pintu lalu pergi begitu saja meninggalkan korban," terangnya.
Jasad korban baru diketahui sekira pukul 21.00 WIB, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Pelaku sudah kita amankan, dari keterangan awal dia ingin menguasai harta benda milik korban berupa uang," terangnya.