Virus Corona di Indonesia

Depok Kembali Zona Merah Covid-19, Waspada Penyebaran Klaster Keluarga

Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Depok, Dedi Supandi, mengatakan, kembalinya Depok berstatus zona merah disebabkan oleh naiknya transmisi lokal

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Kota Depok kembali terjun ke zona resiko tinggi (zona merah) Covid-19. Bahkan, melansir dari halaman covid19.go.id, Depok menjadi satu-satunya daerah yang berstatus zona merah di Jawa Barat.

Menanggapi kondisi ini, Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Depok, Dedi Supandi, mengatakan, kembalinya Depok berstatus zona merah disebabkan oleh naiknya transmisi lokal atau klaster keluarga.

“Penyebaran merah ini lebih banyak ke transmisi lokal atau klaster keluarga. Jadi kalau teman-teman wartawan banyak menemukan di lokasi RW keluarga itu memang klaster nya yang naik itu sekarang klaster keluarga,” kata Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2020).

September 2020 silam, hal serupa juga pernah terjadi di Kota Depok. Ketika itu, status zona resiko sedang (zona oranye) tiba-tiba naik menjadi zona merah Covid-19.

“Kalau dulu waktu saat di September itu kan berasal dari imported case perkantoran. Sekarang di data kita yang imported case perkantoran itu turun tapi penyebaran merah ini naik di transmisi local,” jelasnya.

Baca juga: Libur Panjang, Hari Ini Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Tembus 60 Ribu

Baca juga: Polres Metro Jakarta Selatan Amankan 11 Pendemo Omnibus Law, 2 Orang Positif Sabu

Baca juga: Kekayaan Jack Ma Ditaksir Bertambah Ratusan Triliun Berkat Perusahaannya Pecahkan Rekor IPO

Dedi menjelaskan, kenaikan klaster keluarga ini terjadi karena dampak dari padatnya Kota Depok.

“Klaster keluarga ini kan terjadi sebagai dampak dari kondisi kepadatan di Depok yang lumayan padat termasuk juga ada memang faktor lain seperti terjadi adanya delay ketidaksinkronan data antara yang di daerah dengan yang di pusat,” tuturnya.

“Jadi ada delay, laporan dari kita misalnya pekan kemarin tapi belum terupdate misalnya di pekan ini kayak gitu juga ada sehingga ada tumpukan laporan akhirnya seolah-olah sekaligus segitu dengan digit begitu,” timpalnya lagi.

Sekedar informasi, melansir data dari ccc-19.depok.go.id, saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 telah mencapai 7.007 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.656 orang dinyatakan berhasil sembuh, dan 196 lainnya meninggal dunia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved