Pesan Pesepeda kepada Begal: Tobat dan Jangan Jahat, Kami Hanya Ingin Sehat

Kata pesepeda, bersepeda merupakan hobi yang merakyat dan bukan jadi ajang memamerkan kelas sosial

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Sejumlah pesepeda sedang melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2020) pagi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Beberapa pesepeda di Jakarta memberi tanggapan perihal maraknya begal yang merugikan sejumlah pihak.

Di Jakarta, pelaku begal beberapa kali melangsungkan aksinya pada sejumlah jalan Ibu Kota tersebut.

Terakhir, anggota marinir menjadi korban begal saat asyik bersepeda di Jalan Medan Merdeka Barat, beberapa waktu lalu.

Karena itu, Wingky Ashari selaku pesepeda, memberi pesan kepada pelaku begal agar bertobat.

"Saya dan teman-teman di sini cuma berpesan, tobat dan jangan jahat kepada kami," kata Wingky kepada TribunJakarta.com, di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2020).

"Kami kan hanya ingin sehat dengan bersepeda. Bukan untuk pamer atau apa, ini memanfaatkan waktu luang untuk sekadar berolahraga bareng teman dan saudara," lanjutnya.

Menurut Wingky, beberapa media telah memuat harga pesepeda yang bervariasi harganya sehingga memancing pelaku begal mengincar sesuatu.

"Mungkin karena beberapa media pemberitaan dan media sosial lainnya yang kadang memuat, inilah harga sepeda dan bla bla bla," jelas Wingky.

"Padahal dulu, sebelum ada informasi harga sepeda di media sosial, ini menurut saya, tidak ada tuh kejadian pesepeda dibegal," lanjutnya.

Menurut Wingky, harga sepeda tidak layak dijadikan acuan murah dan mahal.

Sebab, kata Wingky, bersepeda merupakan hobi yang merakyat dan bukan jadi ajang memamerkan kelas sosial.

"Jadi sekali lagi, ini bukan soal sepeda mahal atau murah. Ini hobi yang merakyat. Siapapun bisa bersepeda di mana saja," tutur dia.

"Nah, jangan saling menghina kalau lihat ada sepeda yang harganya segini-segini. Semua sama-sama digowes, sudah begitu saja," sambungnya.

Baca juga: Polisi Periksa Keluarga Tukang Ojek yang Tewas Dibegal di Papanggo

Baca juga: Antisipasi Begal Sepeda, Dishub DKI Bakal Berpatroli di Jalur Sepeda

Baca juga: Polisi Pastikan Pria Paruh Baya yang Tewas di Papanggo Korban Begal

Dia berharap, agar pelaku begal bertobat dan tidak ada lagi kejadian yang merugikan pesepeda.

"Semoga pesepeda di Jakarta selamat, tidak ada begal lagi," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved