Breaking News:

Gubernur Ridwan Kamil Tetapkan UMP 2021 Tak Ada Kenaikan, Buruh Bekasi Minta UMK Naik 8 %

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 tak ada kenaikan.

Bangka Pos
Upah Minimum Provinsi atau UMP 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 tak ada kenaikan.

Namun buruh di Bekasi justru meminta Upah Minimum Kota (UMK) naik sebesar delapan 8 persen dibanding 2020.

Sekertaris DPC KSPSI Bekasi Fajar Winarno mengatakan, pihaknya sampai saat ini sudah menggelar rapat dengan Dewan Pengupahan Kota dan Kabupaten Bekasi.

"Sekarang dewan pengupahan baik di Kota atau Kabupaten Bekasi sudah melakukan rapat-rapat, khusus di Kota Bekasi sudah delapan kali pertemuan," kata Fajar, Senin, (2/11/2020).

Menurut Fajar, keputusan Gubernur Jawa Barat memilih tidak menaikkan UMP 2021 merupakan keputusan sepihak.

Fajar menuturkan unsur dewan pengupahan terutama serikat pekerja masih melakukan survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebagai pertimbangan kenaikan upah 2021.

"Kita tetap minta ada kenaikan, karena kebutuhan justru disaat pandemi ini kebutuhan buruh meningkat," kata Fajar.

Dia memperkirakan, kenaikan UMK 2021 diharapkan dapat di angka delapan persen dibanding UMK 2020 di mana nilainya sebesar Rp4.589.708 per bulan.

"Di Kota Bekasi minta kenaikan upah (2021) di atas delapan persen, karena kebutuhan meningkat terutama kesehatan untuk meningkatkan imun," terang dia.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved