Breaking News:

Pembahasan APBD Molor Hingga Akhir Tahun, DPRD DKI Alasan Imbas Covid-19

Seharusnya, DPRD DKI bersama dengan Pemprov DKI mulai membahas APBD 2020 sejak bulan Oktober

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik (tengah) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria usai rapat paripurna, Kamis (5/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengakui, pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 molor dari jadwal.

Seharusnya, DPRD DKI bersama dengan Pemprov DKI mulai membahas APBD 2020 sejak bulan Oktober.

Politisi Gerindra ini berkilah, molornya pembahasan APBD 2021 ini tak terlepas dari situasi pandemi Covid-19 yang juga menyebabkan pembahasan APBD Perubahan 2020 tertunda.

"Pembahasan APBD Perubahan 2020 ini berkaitan dengan situasi pandemi, saya kira agak memaklumi sehingga mundur ke belakang sedikit," ucapnya, Kamis (5/11/2020).

Taufik menyebut, APBD Perubahan 2020 ini harus diselesaikan terlebih duli sebelum memulai pembahasan APBD 2021.

Sebab, APBD Perubahan 2020 ini bakal menjadi acuan dalam penyusunan APBD 2021.

"Karena perubahan APBD 2020 bagian dari landasan untuk 2021," ujarnya di gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Situasi pandemi seperti saat ini, diakui Taufik, banyak mempengaruhi kas daerah.

Selain pendapatan daerah yang menurun drastis, refocusing anggaran juga diperlukan dalam penanganan Covid-19.

Hal ini yang kemudian menyebabkan pembahasan APBD Perubahan 2020 menjadi molor.

"Saya kira Pemda juga agak kesulitan untuk menyusun dengan tepat waktu kan tiba-toba boleh menggeser untuk kepentingan Covid masuk di BTT, anggaran-anggaran boleh digeser ke BTT," tuturnya.

Meski demikian, Taufik optimis, pembahasan APBD Perubahan 2020 dan APBD 2021 bakal ramlung tepat waktu.

Baca juga: Target Pendapatan APBD 2021 Terlalu Tinggi di Masa Pandemi, DPRD: Enggak Realistis, Jangan Menghayal

Baca juga: Sebut Target Pemasukan APBD 2021 Tak Realistis Tinggi di Masa Pandemi, DPRD: Jangan Menghayal

Baca juga: Viral Pemulung di Bandung Khusyuk Membaca Al-Quran di Tengah Hujan, Kisah Hidupnya Bikin Takjub

Sebab, bila APBD 2021 belum juga disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) hingga akhir Desember mendatang, DPRD dan Pemprov DKI terancam sanksi.

"Saya meyakini bahwa nantinya pada waktunya kita bisa selesaikan dengan baik dan Insya Allah tanggal 13 November untuk 2020 selesai dan APBD 2021 Insya Allah sekitar tanggal 13 Desember selesai," kata dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved