Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Keterisian Tempat Tidur Khusus Pasien Covid-19 Tak Capai 60%, Anies: Sudah Ideal

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur panjang cuti bersama.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Istimewa/Dok Kominfotik DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menggelar apel kesiapsiagaan banjir di lapangam JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur panjang cuti bersama beberapa waktu lalu.

Kapasitas tempat tidur isolasi hingga ICU pun di rumah sakit rujukan Covid-19 pun terus ditambah.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun mengklaim, persentase keterpakaian tempat tidur di 98 RS rujukan terus menurun dan kini sudah mencapai angka ideal, yaitu tak lebih dari 60 persen.

Rinciannya, persentase keterpakaian tempat tidur isolasi sebesar 66 persen pada 10 Oktober; 63 persen pada 17 Oktober; 59 persen pada 24 Oktober; 54 persen pada 31 Oktober; dan 56 persen pada 7 November.

Kemudian, persentase keterisian ICU sebesar 67 persen persen pada 10 Oktober; 66 persen pada 7 Oktober; 62 persen pada 24 Oktober; 59 persen pada 31 Oktober; dan 60 persen pada 7 November 2020.

"Berdasarkan data tersebut, tingkat keterisian tempat tidur RS untuk perawatan pasien kasus terkait Covid-19 di DKI Jakarta sudah mencapai batas ideal yaitu level 60 persen," ucap Anies, Minggu (8/11/2020).

"Artinya, Pemprov DKI Jakarta siap jika nantinya terjadi lonjakan kasus dan sebagian dari kasus tersebut harus menjalani perawatan di Rumah Sakit," sambungnya.

Walau demikian, Anies menyebut, pihaknya bakal terus menambah kapasitas tempat tidur di ruang rawat inap maupun ICU.

"Di sisi lain, kegiatan testing dan tracing akan dilakukan secara masif dan diperluas di seluruh Jakarta," kata dia.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi selama dua pekan ke depan.

Dengan demikian, PSBB masa transisi bakal diterapkan di Jakarta hingga 22 November 2020.

Meski demikian, Anies tak menutup kemungkinan bakal kembali menarik rem darurat bila kasus Covid-19 kembali mengalami tren peningkatan.

"Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kebijakan rem darurat (emergency brake policy) bila terjadi kenaikan kasus secara signifikan," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved