Bobol Dua Gembok Pagar, Maling Gasak Motor Anak Kos di Rawamangun

Subari (40), pengelola indekos mengatakan dua penghuni di tempatnya bekerja jadi korban komplotan pencuri beranggotakan empat orang.

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Subari (40), pengelola indekos di Jalan Kayu Putih Raya saat menunjukkan pagar yang gemboknya dibobol maling motor di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (9/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Warga Jakarta Timur tampaknya harus putar otak mengantisipasi aksi komplotan pencuri kendaraan bermotor yang berkeliaran di permukiman mereka.

Pasalnya meski memasang gembok pagar, penghuni indekos di Jalan Kayu Putih Raya, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung masih jadi korban pencurian.

Subari (40), pengelola indekos mengatakan dua penghuni di tempatnya bekerja jadi korban komplotan pencuri beranggotakan empat orang.

"Pelakunya ini membobol dua gembok pagar yang saya pasang lalu mengambil dua motor anak kos. Dua motor yang diambil jenis matic," kata Subari di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (9/11/2020).

Dari rekaman dua CCTV yang di area parkir indekos, saat kejadian pada Sabtu (7/11/2020) tampak keempat pelaku datang menaiki dua sepeda motor.

Pelaku datang dari arah kawasan Rawamangun lalu berputar arah ke Jalan Kayu Putih Raya, mereka menepi tepat depan pintu pagar indekos.

"Setelah berhenti dua pelaku masuk dengan cara merusak gembok pagar. Dua pelaku lain menunggu di luar sambil mengawasi keadaan. Kejadiannya sekira pukul 03.00 WIB," ujarnya.

Baca juga: Cegah Klaster Covid-19, Kejari Jakarta Selatan Batasi Pembayar Denda Tilang

Baca juga: Pemerintah Pastikan Pendaftaran BPUM di Kabupaten Tangerang Gratis

Masih berdasar rekaman CCTV yang menyorot kejadian, Subari menuturkan kedua pelaku hanya butuh hitungan detik membobol gembok pagar.

Setelah berhasil membobol gembok pagar, pelaku menuju lokasi parkir penghuni indekos yang saat kejadian terparkir tiga sepeda motor jenis matic.

"Dua motor ada di luar pagar garasi, satu dalam garasi. Tapi satu motor yang diambil justru yang ada dalam garasi, padahal pagar garasi ini juga dalam keadaan digembok," tuturnya.

Subari menduga pelaku tidak menggasak satu motor yang berada di luar garasi karena setang kendaraan dalam posisi terkunci ke arah kanan, bukan kiri.

Posisi kunci setang ke arah kanan yang lebih menyulitkan dibobol membuat pelaku memilih motor dalam garasi, pun dia harus kembali membobol gembok pagar.

"Dua gembok ini sepertinya dibuka pakai kawat, karena enggak dirusak. Pas polisi olah TKP ditemukan masih utuh Dua gembok yang dibobol ini dibawa sama polisi jadi barang bukti," lanjut Subari.

Pada Sabtu (7/11/2020) siang Subari membuat laporan ke Polsek Pulogadung dengan harapan empat pelaku yang wajahnya tersorot CCTV diringkus.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved