Jelajah Desa Penglipuran: Desa Terbersih di Bali, Keindahannya yang Mempesona

Yang paling mengagumkan bahwa di desa ini kondisinya begitu bersih. Tak ada satu pun sampah yang berserakan di sana.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Suasana di Desa Penglipuran yang berada di Kabupaten Bangli, Bali saat pandemi Covid-19. 

Sedangkan rumah warga di Desa Penglipuran  dibangun menggunakan bambu, mulai dari atap hingga temboknya.

Hal itu karena bambu dianggap teduh, awet dan tahan dari guncangan gempa.

Desa Penglipuran ini memang dikelilingi oleh kebun bambu milik para warga.

Prawira menjelaskan, di Desa Penglipuran ini tak ada kepengurusan RT maupun RW. 

Kepengurusan RT dan RW digantikan dengan sebutan Banjar.

Di bagian depan tiap rumah terpampang jumlah keluarga yang tinggal, lengkap dengan keterangan jenis kelaminnya.

Yang lebih menarik di desa ini, ucap Prawira, bahwa tak diperkenankannya adanya warga yang poligami.

Bila melakukan hal tersebut maka warga yang bersangkutan akan mendapat sanksi sosial hingga tak diperkenankan tinggal di Desa Penglipuran.

TribunJakarta.com yang masuk ke beberapa rumah melihat konsep rumah di Desa Penglipuran seragam.

Di tiap rumah terdapat pura kecil untuk anggota keluarga beribadah.

Filosofinya agar tak ada warga yang menjual rumah mereka.

"Karena pura itu dianggap leluhur mereka. Jadi tidak mungkin orang menjual leluhurnya," kata Prawira.

Selain pura, di depan rumah warga juga terdapat sesaji kecil.

Sesaji kecil itu biasanya terdiri dari bungkusan daun pisang yang diisi beberapa butir nasi. Ada juga aneka kembang yang diletakan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved